Cerita Dewasa Ngewe dengan Tante Kesepian

0
473 views
cerita dewasa
KlipDewasa.com
Poker Online Terpercaya

KlipDewasa.com Tempatnya Berbagi Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Tante-Tante, Cerita Sex Abg, Foto Bugil, Tips Bercinta :  Cerita Dewasa Ngewe dengan Tante Kesepian-suatu hari saat aku sedang duduk santai sambil nonton TV di dalam kamar terdengar suara gemericik air yang jatuh di bak mandi, kebetulan aku tinggal di bedeng yang mana memiliki 4 kamar mandi terpisah, karena aku penasaran kemudian mencoba untuk mengintip lewat pintu belakang rumah.
Ngewe dengan Tante Kesepian

Tak kuduga dan aku kaget ternyata aku sedang melihat Mbak Tika sedang mengusap badannya dengan sabun, kenapa dia berani terbuka membuka tubuhnya aku juga tidak paham, dengan melihat payudaranya yang ukurannya 32 B dan tubuhnya yang sangat seksi menggoda birahi, dia sudah menikah tapi tubuhnya masih kencang.

Semenjak hal itu, aku jadi ketagihan untuk selalu mengintip jika ada kesempatan. Keesokan harinya, aku masih sangat terbayang-bayang akan bentuk tubuh Mbak Tika. Hari itu adalah hari minggu, dan aku sedikit kesiangan.

Ketika aku keluar untuk mandi, aku melihat Mbak Audy sedang mencuci pakaian. Dengan posisinya yang menjongkok terlihat jelas olehku belahan payudaranya yang terlihat sudah agak kendor tapi berukuran 34B.

Setiap kali aku memperhatikan pantatnya, entah mengapa aku langsung bernafsu dibuatnya (mungkin pengaruh film BF dengan doggystyle yang kebetulan favoritku). Kembali batang kemaluanku tegang dan seperti biasa aku melakukan onani di kamar mandi.

Dua hari kemudian terjadi keributan di tetanggaku, yaitu Mbak Audy yang sedang bertengkar hebat dengan suaminya (seorang agen). Ia menangis dan kulihat suaminya langsung pergi entah kemana. Aku yang kebetulan berada disitu tidak bisa berbuat apa-apa.

Yang ada dipikiranku adalah apa sebenarnya yang sedang terjadi. Keesokan harinya Mbak Audy pergi dengan kedua anaknya yang katanya kerumah nenek, dan kembali sorenya. Sore itu aku baru akan mandi, begitu juga dengan Mbak Audy.

Setelah selesai aku langsung buru-buru keluar dari kamar mandi karena kedinginan. Diluar dugaanku ternyata aku menabrak sesuatu yang ternyata adalah Mbak Audy. Keadaan waktu itu sangat gelap (mati lampu) sehingga kami saling bertubrukan.

Menerima tubrukan itu, Mbak Audy hampir jatuh dibuatnya. Secara reflek aku langsung menangkap tubuhnya. AduH! Tenyata aku tanpa sengaja telah menyentuh payudaranya.

” Maaf.. Aduh maaf mbak, nggak sengaja” ucapku.

” Nggak, nggak pa pa kok, wong saya yang nggak liat” balasnya.

Sejenak kami terdiam dikeheningan yang pada saat itu sama-sama merasakan dinginnya angin malam. Tanpa dikomando, tubuh kami kembali saling berdekatan setelah tadi sempat malu karena kecerobohan kami berdua.

Aku sangat degdegan dibuatnya dan tidak tahu harus berbuat apa pada posisi seperti ini. Sepertinya Mbak Audy mengetahui bahwa aku belum pengalaman sama sekali. Ia kemudian mengambil inisiatif dan langsung memegang kemaluanku yang berada dibalik handuk.

Est ..est.. auw ..aku mengerang keenakan. Belum selesai aku merasakan belaian tangannya, tiba-tiba ujung kemaluanku terasa disentuh oleh benda lembut dan hangat. Mbak Audy sudah berada dibawahku denagn posisi jongkok sambil mengulum kemaluanku.

Aduuhh .. nikmatt.. terus .. Akh ..est .. Sekarang aku sudah telanjang bulat dibuatnya. 10 menit sudah kemaluanku dikulum oleh Mbak Audy. Aku yang tadi pemalu sekarang mulai mengambil tindakan. Mbak Audy kusuruh berdiri dihadapanku dan langsung kulumat bibinya dengan lembut.

Est .. Ah ..uh ouw .. Ia mendesah ketika bibir kami saling berpagutan satu sama lain. Ciumanku sekarang telah berada pada lehernya. Bau sabun mandi yang masih melekat pada tubuhnya menambah gairahku.

Est .. Ah .. teruss.. kepalanya tengadah keatas menahan nikmat. Kini tiba saat yang kutunggu. Handuk yang masih menutupi tubuhnya langsung kubuka tanpa hambatan. Secara samar-samar dapat kulihat bentuk payudaranya.

Kuremas dan kukecup dengan lembut dan au ..est..nikmaat..teruss ..aow .., Mbak Audy menahan nikmat. Sambil terus mencicipi bagian tubuhnya akhirnya aku sampai juga didaerah kemaluannya. Aku sedikit ragu untuk memcicipi kemaluanya yang sudah sedikit basah itu.

Seperti difilm BF aku mencoba mempraktekkan gaya melumat kemaluan wanAudy. Kucoba sedikit dengan ujung lidahku, rasanya ternyata sedikit asin dan berbau amis. Tetapi itu tidak menghentikanku untuk terus menjilatinya.

Semakin lama rasa jijik yang ada berubah menjadi rasa nikmat yang tiada tara. Est ..est ..teruuss ..tee..russ..auw ..nik, mat..mbak Audy tak mampu menahan nikmat yang diterimanya dari jilatan mautku yang sesekali kuiringi dengan memasukkan jariku ke liang senggamanya.

“Mbak mau .. kelu..ar ahh” racaunya.

Tanpa kusadari tiba-tiba keluar cairan kental dari vagina nya yang belakangan kutau bahwa itu adalah cairan wanAudy. Aku belum berhenti dan terus menjilati kemaluanya sampai bersih.

Puas aku menjilati kemaluannya kemudian langsung aku angkat ia kedalam rumahnya menuju kamar tidurnya. Aduh .. benar-benar tak habis pikir olehku, wanAudy segede ini bisa kuangkat dengan mudah. Sesampai dikamarnya aku langsung terbaring dengan posisi terlentang.

Mbak Audy tanpa diperintah sudah tahu apa yang kumau dan langsung mengambil posisi berada diatasku. Oh ..ya pembaca, bahwa batang kemaluanku standar-standar saja untuk orang Indonesia. Aku yang berada dibawah saat itu sengaja tidak berbuat apa-apa dan membiarkan Mbak Audy mengambil inisiatif untuk memuaskanku.

Mbak Audy langsung memegang kemaluanku dan mencoba memasukkannya kedalam liang senggamanya. Blues..bleb.. tanpa hambatan batang kejantananku tenggelam seluruhnya kedalam liang kenikmatan Mbak Audy. Est..es..auw..oh..ah..aku hanya terpejam merasakan kemaluanku seperti diperas-peras dan hangat sekali rasanya.

Aku tak menyangka bahwa kenikmatan bersenggama dengan wanAudy lebih nikmat dibanding dengan aku beronani. Mbak Audy mulai menggenjot pantatnya secara perlahan tapi pasti. Ah..ah..ah..oh..oh..nik..maatt..ahh.. Mbak Audy terus melakukan gerakan yang sangat erotis.

Desahan Mbak Audy membuatku semakin bernafsu dAudymbah dengan payudaranya bergoyang kesana-kemari. Rupanya aku tak bisa lagi tinggal diam. Aku berusaha mengimbangi genjotan Mbak Audy sehingga irama genjotan itu sangat merdu dan konstan.

Tangankupun tidak mau kalah dengan pantatku. Aku berusaha mencapai kedua payudara yang ada didepan mataku itu. “Wah ..indahnya pemandangan ini” ucapku dalam hati. Tidak puas dengan hanya menyentuh payudara Mbak Audy, aku langsung mengambil posisi duduk sehingga payudara Mbak Audy tepat berada didepan wajahku.

Kembali aku melumat putingnya dengan lembut kiri dan kanan bergantian. Ahh..ah ..ah..oh.. Est..ss Mbak Audy kelihatannya tak tahan menahan nikmat dengan perlakuanku ini. Lama kelamaan genjotan Mbak Audy semakin cepat dan aku..a..ku.. kee..luuarr..ahh..ohh..nikmaatt Mbak Audy akhirnya mencapai klimaks yang kedua kalinya.

Aku yang belum apa-apa merasa kesal tidak bisa klimaks secara bersamaan. Akhirnya aku meminta Mbak Audy untuk kembali mengulum kemaluanku. Mbak Audy yang sudah mendapat kepuasan dengan semangat mengulum dan menjilati kemaluanku.

Est..est..ahh..oh ucapku ketika Mbak Audy semakin mempercepat kuluman dan kocokannya pada kemaluanku. Sepertinya ia ingin segera memuaskanku dan menikmati air kejantananku. Selang 10 menit ah..auw..oh..nik..maatt..oh.. crot..crot..crot..semua air maniku tertumpah diwajah Mbak Audy dan diseluruh tubuhnya.

Saat itu Mbak Audy tidak berhenti kulumannya dan menjilati seluruh air jantan tersebut. Aku sangat ngilu dibuatnya tapi sungguh masih sangat nikmat sekali. Setelah merasakan kepuasan yag tiada tara kami langsung jatuh terkulai diatas kasur.

Mbak Audy tampaknya sangat kelelahan dan langsung tertidur pulas dengan keadaan telanjang bulat. Aku yang takut nanti ketahuan orang lain langsung keluar dari kamar tersebut dan mengambil handukku menuju rumahku.

Ketika aku baru akan keluar dari rumah Mbak Audy, alangkah terkejutnya aku ketika dihadapanku ada seorang wanAudy yang kuduga sudah berdiri disitu dari tadi dan menyaksikan semua perbuatan kami. Eh..mm..mbak..mbak ..Tika..ternyata ia tidak lain adalah Mbak Tika.

“Permisi mbak, aku mau masuk dulu” ucapku pura-pura tidak ada yang terjadi.

Sambil berjalan tergesa-gesa aku langsung menuju rumahku untuk menghindari introgasi dari Mbak Tika.
Tiba-tiba “tunggu!!” teriak Mbak Tika.

Aku langsung panas dingin dibuatnya.

“Jangan jangan ia akan melaporkanku ke Kepala Desa lagi” ucapku dalam hati.”

Aduuhh gawat nih, bisa-bisa cuci kampung ”pikirku.”

A..a..ada apa ya mbak” balasku.

Mbak Tika langsung mendekatku dan berkata ”kamu akan aku laporkan kesuami Mbak Audy dan kepala desa atas apa yang telah kamu lakukan” ucap Mbak Tika.”

Ta..tapi kami melakukannya atas dasar suka sama suka Mbak ”balasku dengan perasaan sedikit cemas. Tiba-tiba ” ha..ha..ha..ha.. ” Mbak Tika tertawa. Aku semakin bingung dibuatnya karena mungkin Mbak Tika punya dendam dan sekarang berhasil membalaskannya.

”Nggak usah takut, pokoknya sekarang kamu tetap berdiri disitu dan jangan sekali-kali bergerak ok!” usulnya. “Mbak mau melaporkan saya atau takut saya lari” ucapku semakin bingung. Tanpa bicara lagi Mbak Tika semakin mendekatiku.

Setelah tidak ada lagi jarak diantara kami tangan Mbak Tika langsung melepas handuk yang kugunakan tadi sehingga aku kembali telanjang bulat.

”Mbak jangan dikebiri ya..” ucapku.”

Nnggak..nggak pa pa kok” balasnya.

Mbak Tika ternyata langsung berjongkok dan mulai mengocok kemaluanku. Ah..ah..oh..oh.. aku yang tadi lemas kembali bergairah dibuatnya.

Belum lagi aku selesai merasakan nikmatnya kocokan lembut dari tangan Mbak Tika, aku kembali merasakan ada benda lembut, hangat dan basah menyentuh kepala kemaluanku. Aku langsung tahu bahwa itu adalah kuluman dan jilatan dari mulut Mbak Tika setelah tadi aku merasakannya dengan Mbak Audy.

Kuluman dan jilatan Mbak Tika ternyata lebih nikmat dari Mbak Audy. Aku bertaruh bahwa Mbak Tika telah melakukan berbagai macam gaya dan variasi dengan suaminya untuk memperoleh keturunan.

Estt..ah..oh..oh..aduhh..auw.. desahku menahan hebatnya kuluman Mbak Tika. 15 menit sudah acara kulum-kuluman itu dan sekarang Mbak Tika telah berganti posisi dengan menungging. Pantatnya yang kecil namun berisi itu sekarang menantangku untuk ditusuk segera dengan rudalku.

“Ayo..cepetan..kamu sudah lama menginginkan ini kan..Mbak tau kamu sering ngintip dari celah pintu itu..ayoo masukkan dong” ucapnya dengan mesra. Aku jadi malu dibuatnya bahwa selama ini ia tahu akan perbuatanku.

Tanpa pikir panjang aku langsung mencoba memasukkan batang kemaluanku ke liang kenikmatan Mbak Tika. “Aduh!!” meleset pada tusukanku yang pertama. Aku kembali mecoba dan bluess..akhirnya aku berhasil juga. “Gila nih perempuan “pikirku, “ternyata lubang kemaluannya masih sempit sekali” ucapku.

Perlahan aku coba menggoyangkan pantatku mau-mundur. Ah.ah..ahh..oh..oh..oh..ah.. Mbah Tika mulai mendesah menahan nikmat. Aku semakin mempercepat goyanganku karena memang ini adalah gaya favoritku. “Ayo..teruuss..ayo..” teriakku memberi semangat”. Ah..ah..ah..oh..desah Mbak Tika semakin terdengar kencang.

Melihat payudaranya yang bergelantung dan bergoyang-goyang membuatku ingin mewujudkan impianku selama ini. Sambil terus menggenjot Mbak Tika aku berusaha mencapai payudaranya. Kuremas-remas dengan garangnya seolah meremas santan kelapa.

Aw..sakiitt..adu..hh..ah..ah.. Mbak Audy tak tahan akan perlakuanku. Aku tidak memperdulikannya dan tetap menggenjot dengan cepat. Kemudian aku mengganti posisi dengan menggendong Mbak Tika didepanku. Bluess..

Kembali batang kejantananku kumasukkan kedalam liang senggamanya. Ahh..ah..ah..ah..desah Mbak Tika menahan nikmat. Kulumat bibir dan kuciumi seluruh leher dan kukecup kedua puting susunya yang merah itu. Adu..nikkmatt sekaalii ah..ah..ah..oh..oh..

Mendapat perlakuan demikian bertubi-tubi akhirnya Mbak Tika tak sanggup lagi menahan klimaksnya “Keeluuarr ..mau..ke..lua..rr akhirnya Mbak Tika mencapai klimaksnya. Aku yang sedikit lagi juga hampil finish semakin menggenjot dengan cepat.

”Blep..blep..blep..bunyi hentakan sodokan antara kemaluanku dan kemaluan Mbak Tika yang sudah sangat basah tersebut.

Tidak lama kemudian aku merasakan ada denyut-denyut di ujung batang kemaluanku dan:”Crot..crot..crot..tumpahlah seluruh iir maniku kedalam liang senggamanya.

Setelah itu kami berciuman sambil merasakan sisa-sisa nikmat yang ada dan kembali kerumah masing-masing. Keesokan harinya ketika bertemu, kami seolah-olah tidak merasakan sesuatu terjadi.

Pembaca sekalian rupanya Mbak Audy tidak mau lagi berbicara denganku semenjak kejadian itu tapi aku terkadang masih melakukan hubungan sex ini hanya dengan Mbak Tika saja ketika saya sedang ingin atau ia sedang sangat ingin melakukannya. Sekarang saya sudah selesai kuliah dan tidak lagi tinggal dibedengan itu.

Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Tante-Tante,Cerita Sange, Foto ABG, Foto HOT, Tips Bercinta , Video Sex, Video Mesum

Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Dan Terpercaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY