Bermain Ngentot Dengan Om

0
1,917 views
Cerita Mesum Bermain Ngentot Dengan Om
klipdewasa.com
Poker Online Terpercaya

Kumpulan Cerita & Foto Sex, Dewasa, Bugil, Bokep, Tips Bercinta Terlengkap : Cerita Mesum Bermain Ngentot Dengan Om – Pertama yang aku alami dan tak terduga bisa terjadi, awalnya aku tidak ingin berbagi tapi karena kegelisahan yang melandaku jadi aku berniat untuk berbagi pengalaman seksku kepada para pembaca cerita dewasa, ini pertama aku berbagi pengalaman jadi maaf jika ada kata yang kurang jelas atau aneh.

Kejadian ini terjadi saat aku menginjak bangku kuliah dimana umurku saat itu 22 tahun, sedikit tentang diriku panggilan Shinta tinggiku 170 cm dengan rambut hitam memanjang ukuran payudara 34 B biasanya teman temanku mengejek dengan panggilan gadis ala Jepang.

Cerita Mesum Bermain Ngentot Dengan Om

Bermain Ngentot Dengan Om

Pada saat itu aku dan temanku Rina rencana menginap di rumahnya Ella, kami sering bertiga dari belajar sampai maen, karena sebentar lagi ada semesteran jadi kita bertiga fokus untuk belajar agara mendapatkan nilai yang memuaskan, rumah temanaku Ella tidaklah cukup besar cukup ada ruang tamu, ruang tamu, kamar Ella dan adiknya.

Satu kamar mandi, dan kamar pembantu dibelakang dekat dapur. Ella hanya tinggal bersama ibunya, Adiknya cowok bernama andri yang masih duduk dibangku SMP dan seorang pembantu.. Mbok Inah namanya.

Sore hari itu ketika kami sedang belajar di kamar Ella, tiba-tiba ibunya Ella masuk ke dalam kamar lalu:
“Wah.. Lagi pada belajar yaa..” serunya
“Iya Mah” jawab Ella
“O iya.. Ella.. Ini ada Om Antok..”
Lalu aku Melihat seorang pria masuk ke dalam kamar.. Orangnya biasa-biasa saja tidak ada yang istimewa.. Tidak terlalu tinggi.. Berkulit sawo matang dan usianya kira-kira menjelang 40 tahun, tapi masih tampak segar, dan Om Antok ini langsung menyalami kami semua.. termasuk aku

“Ella.. Nanti Om Antok akan nginap disini.. Tapi sekarang Mama mau pergi dulu sama Om Antok..” seru ibunya Ella
“Kemana Maa..?”, tanya Ella,”
“Ah.. Hanya ke rumah Tante Nike aja.. Malam juga pulang” sahut ibunya Ella.
“Okee.. Maa.. Hati-hati yaa.. Om Antok.. Jagain Mama yaa” sahut Ella.
Lalu mereka pergi keluar kamar, dan kami meneruskan belajar lagi. Setelah belajar, diskusi dan becanda.. Tanpa disadari waktu sudah pukul 11 malam.. Lalu Ella mengusulkan agar kita tidur dulu. Maka kami bertigapun segera ganti baju.. Aku mengenakan baju daster biasa yang aku bawa dari rumah, dimana dasterku model terusan dan hanya sampai sebatas lutut saja.
Setelah ganti daster akupun pergi ke kamar mandi.. Untuk gosok gigi dan buang air kecil.. Lalu aku Melepas bra dan CD ku, sudah kebiasaan aku kalau tidur hanya pake daster saja tanpa CD dan bra, kembali kekamar.. Aku Melihat Ella dan Rina sudah berbaring diatas ranjang memakai selimut, dan akupun segera bergabung dengan mereka dan tidur dengan nyenyak.

Pagi harinya aku bangun jam 8 pagi dan aku lihat Ella dan Rina sudah mengenakan pakaian rapih,
“Eh.. Pada mau kemana?” tanyaku.
“Gue mau anterin Rina pulang..”sahut Ella.
“Jangan lama-lama dong.. Gue kan sendirian.. Ibu lu kemana Ella?” tanyaku lagi.
“O.. Mama tahu tuh tadi pergi..”
“Terus.. Om lu itu.. Om Antok kemana?”
“Dia nganterin Andri sekolah”
“Wah gue sendirian dong..” sahutku.
“Sudah.. Tenang aja.. Kan ada si mbok” sahut Ella.

Lalu mereka pergi meninggalkan aku sendiri di kamar, setelah menyisir rambut aku mengambil handuk dan keluar kamar.. Tampak sepi didalam rumah itu, dan akupun menuju ke kamar mandi, ketika aku sedang mandi.. Tiba-tiba terdengar suara.

“Non.. Non Dina”
Ah.. Ada apa nih si mbok.. Pikirku, “Kenapa mbok..?” seruku dari dalam kamar mandi.
“Non.. Mbok pergi kepasar dulu yaa..” serunya.
“Iya.. Mbok” sahutku.

Selesai mandi.. Aku menutupi tubuhku yang telanjang itu dengan handuk, tidak terlalu besar handuk itu.. Hanya sebatas leher sampai ke setengah paha, lalu aku keluar kamar mandi.. Dan memang tampak sepi sekali dalam rumah itu, dan akupun yakin.. Tidak ada siapa-apa lagi selain aku didalam rumah itu.

Lalu aku menuju kekamar.. Tanpa menutup pintu.. (suatu kesalahan bagiku, tetapi..) karena jendela aku tutup maka aku pun menyalakan lampu sehingga kamar terang benderang, aku berdiri di depan meja rias sembari menyisir rambutku yang panjang.

Tiba-tiba..”ting”.. Giwangku jatuh ke lantai dan Ellauncur kebawah ranjang, akupun segera berlutut dilantai dan menjulurkan tanganku kebawah ranjang.. Tapi tidak tersentuh giwangku itu, lalu aku semakin membungkukkan tubuh ku.

Sehingga posisi ku menungging dengan kepala masuk kebawah ranjang.. Aku tidak sadar kalau posisiku itu membelakangi pintu.. Dan yang lebih parah lagi aku tidak sadar kalau diambang pintu ada Om Antok yang sedang memperhatikan.

Jelas saja Om Antok itu dapat Melihat bentuk kemaluanku dengan jelas dari belakang.. Karena saat itu handukku pun tersibak ke atas.. Aku tidak tahu berapa lama Om Antok memperhatikan kemaluanku dari belakang karena cukup lama aku mencari-cari giwangku itu.

Tiba-tiba.. Ehmm.. Ehmm.. Terdengar batuk Om Antok.. Aku terkejut setengah mati, dan buru-buru berlutut lagi..

“Oh.. Om Antok..” seruku gugup, tampak Om Antok hanya tersenyum saja..

Akupun segera bangkit berdiri dengan perasaan tidak karuan.. Karena gugupnya.. Tiba-tiba.. Handukku terlepas dan jatuh kelantai.. Kini aku jadi tambah salah tingkah.. Dan didalam kegugupan itu aku hanya berdiri diam saja menghadap Om Antok.. Tampak mata Om Antok berbinar.. Memandangi tubuhku yang telanjang itu dari atas sampai kebawah.

Dalam kepanikan itu.. Aku bukannya mengambil handuk itu, tapi aku malah berjalan menuju kelemari.. Karena aku berDinat segera mengambil baju, belum sempat aku membuka lemari.. Tiba-tiba Om Antok sudah dibelakangku.

Segera ia memegang kedua bahuku.. Dan mendorong aku ke lemari.. Sehingga dadaku menempel kelemari.. Lalu dengan ganasnya Om Antok mulai menciumi belakang leherku, terdengar nafasnya yang memburu.. Aku meronta kecil.. Dan

“Jangan.. Jangan Om..” seruku, tetapi tampaknya Om Antok tidak peduli..

Ia terus menciumi leherku dari belakang dan tangannya segera mengelus-elus piinggiran tubuhku, aku mengelinjang kegelian.. Ciuman dan jilatan Om Antok membuat aku berhenti meronta dan membiarkan ciuman Om Antok yang makin lama makin kebawah.

Kepunggungku dan akhirnya sampai kebongkah pantatku.. Nggk.. Aahh.. Aku hanya bisa mendesah saja dengan tubuh merinding ketika Om Antok menyapu bongkah pantatku dengan lidahnya.. Tiba-tiba Om Antok merenggangkan kedua pahaku dan terasa lidahnya segera menjilati bibir vaginaku dari belakang.

Wowww.. Oohh.. Nikmat.. Sekali.. Sehingga tanpa sadar aku menungging-in sedikit pantatku kebelakang sampai kakiku berjinjit.. Aahh.. Nggkk.. Auuhh.. Rintihku dengan mata terpejam.. Dan kedua tanganku hanya bisa menahan tubuhku ke lemari.

“Aah.. Jangan.. Om.. Aakkhh” desisku ketika Om Antok membuka belahan pantatku dan segera lidahnya menjilat habis lobang pantatku.

Aku benar-benar merasakan nikmat atas permainan lidah Om Antok.. Sehingga tanpa sadar aku mengoyang-goyangkan pinggulku. Om Antok tampak mengetahui betul kalau aku sudah terangsang hebat, dan dia tidak sungkan-sungkan menjilati cairan yang keluar dari liang kemaluanku, akupun semakin lupa diri.

Tidak peduli siapa itu Om Antok, bahkan aku mengulurkan kedua tanganku kebelakang dan membuka belahan pantatku.. dalam hatiku “Jilat.. Jilat omm.. Jilatin seluruhnya”, dan tampaknya Om Antok mengetahui keinginanku.. Iapun segera menyapu lobang pantatku lagi sampai ke vaginaku dengan lidahnya.

Aku hanya bisa mengigit bibirku dengan mata terpejam menikmati permainan lidah Om Antok, terkadang aku harus berjinjit tinggi agar Om Antok leluasa menjilati vaginaku, emang kedua kakiku mulai terasa pegal dan lemas, tetapi aku tidak mau permainan ini berakhir, beberapa kali aku sempat menjerit kecil ketika lidah Om Antok mencolok-colok liang vaginaku.. Oohh.. Aahhkk.. Mhmm.

Lalu Om Antok bangkit berdiri dan dengan masih menciumi serta menjilati punggungku.. Kedua tangannya segera meremas-remas buah dadaku dari belakang, beberapa kali tubuhku tersentak nikmat ketika kedua puting payudarku dipijit-pijit oleh jari-jari Om Antok.. Oohh.. Nikmat sekali..

Tiba-tiba Om Antok memegang tangan kananku.. Dan dibimbingnya tangan kananku sehingga menyentuh celana Om Antok.. Terasa ada benda keras dibalik celana Om Antok itu.. Aku pun secara refleks segera merema-remas benda itu.

Dan mengurut-urutnya dari atas kebawah.. Lalu Om Antok membalikkan tubuhku, sehingga aku kini berdiri berhadapan dengan dia.

Aku tidak mau Melihat wajah Om Antok, jadi sengaja aku menoleh kesamping dengan mata setengah terpejam, dan aku meringis menahan nikmat ketika Om Antok mulai menjilati kedua buah dadaku.. Dan secara bergantian mengisap-isap kedua puting buah dadaku.

Aku sudah benar-benar terangsang hebat.. Apalagi ketika jari telunjuk tangan kanan Om Antok menyodok-nyodok ke dalam liang vaginaku.. Aku semakin merenggangkan kedua pahaku.. Oohh.. Nggkk.. Desahku.

Lalu Om Antok menghentikan permainannya tampak dia membuka celana panjangnya dan Melepasnya.. Kemudian celana kolor nyapun dilepas maka tampaklah batang kemaluan Om Antok yang besar, hitam, keras dan panjang itu.. Kemudian Om Antok duduk ditepian ranjang.. Aku tahu maksud Om Antok.. Dan tanpa disuruh akupun segera berlutut diantara kedua kaki Om Antok.

Tampak batang kemaluan Om Antok yang berdiri tegak dan keras sehingga tampak urat-uratnya menonjol. Segera aku mencekal batang kemaluan Om Antok dan dengan ganas aku ciumin batang kemaluan Om Antok itu.

Terdengar Om Antok sedikit mengerang sembari merebahkan tubuhnya ke atas ranjang.. Akupun segera beraksi.. Kujilati batang kemaluan Om Antok itu dari pangkal sampai kekepala.. Lalu kuisap, kukulum dalam mulut sementara tangan kiriku mengelus-elus biji pelirnya terasa beberapa kali tubuh Om Antok tersentak karena nikmat.

Lalu kujilati biji pelir Om Antok.. Terdengar.. Aaahhkk.. Om Antok mengerang kenikmatan, mendengar itu aku tambah gairah.. Terus ku jilati biji pelir Om Antok itu..

Sementara tangan kananku mengurut-urut batang kemaluannya.. Semakin lama aku semakin lost kontrol.. Dengan kedua tanganku ku angkat kedua paha Om Antok sehingga kedua lutut Om Antok hampir menyentuh dadanya.

Dengan posisi demikian aku leluasa menjilati batang kemaluan Om Antok.. Dari ujung kepala sampai ke sekitar biji pelirnya.. Lalu aku menjilat semakin kebawah.. Kebawah.. Dan akhirnya ujung lidahku menyentuh dubur Om Antok yang berbulu itu

Segera lidah ku menari-nari diatas dubur Om Antok.. Terasa sekali tubuh Om Antok beberapa kali bergetar.. Aakkh.. Oougghh.. Erangnya.. Mendengar itu aku tambah bernapsu.. Kucolok-colok lobang pantat Om Antok dengan ujung lidahku.. Semakin dalam ku julurkan lidahku ke dalam lobang pantat Om Antok.

Semakin bergetar tubuh Om Antok terasa beberapa kali batang kemaluan Om Antok yang ku kocok berdenyut-denyut rupanya Om Antok sudah tidak tahan.. Lalu ia memegang tanganku dan membimbing ku naik ke atas ranjang.

Aku disuruh menungging diatas ranjang.. Rupanya Om Antok menginginkan dogystyle.. Ah itu yang aku sukai.. Tetapi bagaimana kalau Om Antok menginginkan anal sex.. Ah.. Aku tidak membayangkan batang kemaluan Om Antok yang besar dan panjang itu masuk ke dalam duburku.. Oohh mudah-mudahan jangan.. harapku.

Sebelum mencobloskan batang kemaluannya.. Om Antok sekali lagi memperhatikan bentuk kemaluanku dari belakang, aku pun menanti penuh harap.. Dan akhirnya terasa batang kemaluan Om Antok menempel dibibir vaginaku dan masuk perlahan-lahan ke dalam liang kemaluan ku.. terasa seret.. tapi.. nikmat.

Oohh.. Nggk.. Ahh.. Desisku ketika seluruh batang kemaluan Om Antok amblas.. Lalu ia mulai Ellaakukan gerakan erotisnya.. Ahh.. Nikmat sekali.. Dan aku benar-benar mencapai klimaks dalam posisi demikian.. Rupanya Om Antok belum klimaks juga.

Lalu ia menyuruh aku berbaring miring.. Sementara dia berada dibelakang punggungku.. Aku segera menekuk kedua lututku.. Dan membiarkan Om Antok mencobloskan batang kemaluannya ke dalam vaginaku.. Ooucch.. Aahh.. Nikmat sekali

Dalam posisi demikian tangan kanan Om Antok leluasa meremas-remas buah dadaku dari belakang.. Hentakan Om Antok makin lama makin keras dan cepat.. Aku tahu kalau Om Antok hampir klimaks.. Tetapi aku enggak mau dia mengeluarkan air maninya dalam vaginaku.

Lalu aku memegang pinggul Om Antok.. Dan otomatis Om Antok menghentikan gerakannya.. Lalu aku mencopot batang kemaluan Om Antok dari vaginaku.. Dan dengan gesit akupun berlutut disamping Om Antok..

Tampak Om Antok tersenyum.. Tapi aku tidak peduli.. Aku segera menjilati batang kemaluan Om Antok yang berlendir itu.. Lalu kuisap-isap batang yang keras dan berurat itu.. Ooh.. Nggkk.. Aakk.. Om Antok mengerang keenakan.

Dan aku semakin mempercepat gerakan kepala ku naik turun, beberapa kali Om Antok mengerang sembari mengeliat, ternyata Om Antok ini kuat juga pikirku.. Lalu aku membasahi telunjuk tangan kiriku dengan ludahku, setelah itu kucucukan telunjuk jari ku itu ke dalam dubur Om Antok.

Tampak tubuh Om Antok sedikit tersentak ketika aku menekan jariku lebih dalam lagi kelobang pantat Om Antok.. Rupanya Om Antok merasakan nikmat luar biasa dengan isapanku pada batang kemaluannya dan sodokan jari ku di anusnya.

Hingga.. Aaahh.. Aaakkhh.. Om Antok mengerang hebat bersamaan dengan menyemburnya air mani Om Antok dalam mulutku.

Crott.. Croot.. Banyak sekali.. Akupun rada gelagapan.. Sehingga sebagian air mani Om Antok aku telan.. Sengaja aku mencabut jariku dari lobang pantat Om Antok secara perlahan-lahan dan hal ini membuat semburan air mani Om Antok tidak dapat ditahan, lalu aku Melepas batang kemaluan Om Antok dari dalam mulutku.. Tampak sedikit sisa-sisa air mani Om Antok keluar.. Dan aku segera menyapu dengan lidahku cairan kental itu..

“Hebat.. Hebat.. Sekali kau Dik Dina..” puji Om Antok, aku hanya tersenym saja.

Lalu Om Antok bangkit dan kembali mengenakan celananya..

“Kamu tidak menceritakan Kejadian ini sama siapa-apa kan?” tanya Om Antok yang memandangiku yang masih duduk berlutut diatas ranjang, lalu Om Antok menjulurkan tangannya dan menyeka sudut bibirku dari sisa airmaninya, aku hanya tersenyum saja.. Dalam hati.. Gila.. Mana mungkin aku cerita ke siapa-siapa.. Bertemu dengan dia lagi juga aku ogah.. pikirku.

Dan begitulah ceritanya.. Setelah Kejadian itu aku tidak mau berkunjung ke rumah kawanku itu.. Walau sampai sekarang aku masih berteman baik dengan Ella, memang beberapa kali Om Antok menelphonku.. Tetapi aku menghindar.. Bagiku itu hanya sebuah pengalaman saja.. Dan akupun tidak mau mengulang pada orang yang sama.. Kecuali pada tunanganku.

Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Foto Bugil, Streaming Bokep, Video Bokep, Video Mesum, Tips Bercinta

Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Dan Terpercaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY