Cerita Mesum Memek Tante Semok

0
445 views
cerita mesum
KlipDewasa.com
Poker Online Terpercaya

KlipDewasa.com Tempatnya Berbagi Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Tante-Tante, Cerita Sex Abg, Foto Bugil, Tips Bercinta : Cerita Mesum Memek Tante Semok-Saat ini gue berusia 25 tahun baru kemarin gue selesai kontrak pekerjaan dari perudsahaan pelayaran luar negri, dan sekarang gue jadi pengangguran karena gue tidak ingin meneruskan kembali ke pelayaran, cerita ini kisah nyataku.

KlipDewasa.com
KlipDewasa.com

Saat itu gue sering bolak balik kerumah sakit untuk menjaga papa gue yang sedang sakit, pada hari senin tepatnya saat gue suntuk untuk mencari udara segar dan ingin merokok gue turun kebawah, saat menikamti rokokku disamping dudukku ada seorang eanita yang umurnya setengah baya kira kira berumur 30 tahun.

Dia nampaknya sibuk banget dengan cara gerak geriknya karena saat menelpon telpon yang dihubunginya tidak menjawab, kemudian gue beranikan bertanya kepada wanita tersebut, kelihatannya mobilnya sedang mogok, soalnya dia berkata “kenapa sih no. mobil dereknya gak menjawab jawab”. Maaf ada yang saya bantu “tanya gue” siapa tau aku bisa membantu untuk memperbaiki mobil yang sedang mogok tersebut.

‘‘Eee…. kalo boleh tau,, Tante … mobil Tante apa merknya?’‘ tanya Gue lagi.. ‘‘Honda,, Honda Maestro’‘,, jawabnya dan kali ini dia melihat Gue.. ‘‘Kalo boleh,, Gue coba bantu Tante buat benerin mobilnya Tante , sebab siapa tau Gue bisa,, Tante ’‘ kata Gue mnawarkn bantuan.. ‘‘Eee…. boleh-boleh…. Ayo ke mobil Gue yuk’‘,, pintanya.. Setelah itu kita berdua jalan mninggalkn tempat itu untuk mnuju ke mobil wanita itu,, yang ternyata tidak jauh dari tempat merokok.. Setelah Gue dibukakn pintu,, Gue coba starter mobilnya tapi hasilnya nihil.. dgn kasus seperti ini,, Gue katakn pada wanita itu bahwa ada kemungkinn bahwa ini ada masalah dinamo dan Gue sarankn untuk mndorong mobilnya karena tidak ada masalah maka dia bisa tiba di rumahnya atau bengkel sebelum ke sorean dan tidak perlu mmanggil jasa derek mobil karena biayanya yang sangat mahal.

Dan sepertinya dia berpikir sejenak dan dia setuju dgn saran Gue,, hingga akhirnya Gue mmanggil salah satu satpam yang Gue temui untuk mminta pertolongannya untuk mndorong mobil., Agh,, akhirnya mobil wanita itu nyala juga dan seperti dugaanku bahwa masalahnya hanya masalah dinamo., dgn posisi wanita itu di dalam mobil dan Gue di luar sambil mmperhatikn dia untuk mninggalkn Gue,, tiba-tiba dia mmanggil Gue dgn mmbuka kaca jendelanya dan mngucapkn terima kasih kepada Gue sambil mmberikn uang 2 lembar seratus ribu tapi Gue tolak sebab pertolonganku adalah dari hati nuraniku bukn untuk mminta balasan namun dia tetap mmaksa Gue dan akhirnya Gue ambil satu saja dan satunya lagi tetap di tangannya sambil mngucapkn bahwa itu saja sudah lebih dari cukup.

Akhirnya dia mngalah karena Gue tetap bertahan untuk tidak mngambil sisanya tapi dia mmbuka tasnya dan mngambil kartu namanya dan diberikn buat Gue sambil mnitip pesan bahwa kalau ada sesuatu atau Gue sedang senggang diminta mnghubungi dia,, dan Gue terima kartu namanya., Sebelum pergi,, dia mnnyakn nama Gue sambil mnyodorkn tangannya dan Gue jawab bahwa nama Gue Adly dan dia mngatakn bahwa namanya Nitha., Dan akhirnya ia pergi dgn mobilnya dan Gue tetap berdiri melihat mobilnya hingga hilang ditelan sebuah tikungan ke knn., Dua hari setelah kejadian itu,, papa Gue mninggal dan Gue sibuk mnyelasaikn segala urusan yang berkaitan dgn papa Gue mulai dari rumah sakit,, rumah duka,, dikremasi hingga jadinya Akte Kematian.

Setelah semuanya selesai dan Gue kembali pada kehidupanku yang hanya mnghabiskn hari demi hari Gue dgn jalan-jalan dgn teman-teman Gue ke sana ke mari., Hingga pada suatu hari di bulan Desember 2009,, Gue teringat kembali dgn wanita yang Gue kenal di rumah sakit dan Gue cari kartu namanya dan akhirnya ketemu.

Akhirnya Gue hubungi HP-nya walaupun di kartu nama itu ada nomor telepon rumah dan kntornya.,
‘‘Hallooo?!’‘ terdengar jawaban seorang wanita dari sana.,
‘‘dgn Tante Nitha-nya ada? ini Adly’‘,, jawab Gue lengkap.,
Sejenak terdiam dan terdengar,,
‘‘Iya ini Tante Nitha sendiri dan Gue ingat kalo kamu yang nolong Gue waktu Gue di rumah sakit itu khan?’‘ tanyanya yang terkesan mnebak.
‘‘Iya., ., ini Gue Adly yang waktu itu’‘,, jawab Gue., ‘‘Eee., ., gimana sekarang kamu,, Will?’‘ tanyanya., ‘‘Lagi senggang nich’‘,, jawab Gue., ‘‘Kayaknya untuk sekarang ini Gue nggak bisa lama-lama ditelepon., ., bagaimana kalau malam ini kita ketemu,, Gue mau traktir kamu makn malem,, apa bisa?’‘ sambungnya., ‘‘Iya bisa., Gue nggak ada acara’‘,, jawabku singkat., ‘‘Oke kalo gitu kita ketemu di restaurant Tony’s Romas deket Ratu Plaza aja jam 7 malam ini,, Oke? kamu tau khan?’‘ jawabnya mnjelaskn., ‘‘Iya Gue tau,, Oke dech sampe nnti’‘,, jawabku.

Seperti janjiku dgn Nitha,, Gue datang ke Restaurant Tony’s Romas dan Gue tiba 10 mnit lebih awal., Dan pilih tempat duduk yang kira-kira Gue bisa lihat kalau ada orang yang datang., Tepat jam 19., 00,,Tante Nitha datang,, dan Gue sangat terpana dgn pakaiannya yang begitu seksi., Dia mngenakn baju terusan warna merah dgn strip warna biru dgn model tali yang mnggantung pada lehernya sehingga tampak dgn jelas punggungnya dan berarti dia tidak mmakai BH dan rambutnya yang sepanjang bahu dia ikat ke atas sedang rambut depannya dibuat poni rata dgn alis matanya tapi dgn tekukn ke atas., Dadanya yang lumayan besar dan bulat seakn-akn mau keluar dari baju yang dia pakai., Wow,, Gue begitu terpana dgn apa yang Gue lihat,, tapi Gue tidak terlalu terpana sebab Gue harus mmberitahu bahwa Gue ada.

Aku mngangkat tangan mngisyaratkn siapa tahu dia melihat., Ternyata ada seorang waiter yang melihat dan sepertinya dia tahu bahwa Gue mmanggil Nitha,, dan waiter itu pun mngatakn sesuatu pada Nitha lalu mnunjuk pada arahku., ‘‘Hi., ., udah lama?’‘ katanya mmbuka pembicaraan sambil duduk dan merapikn baju terusannya sepanjang mata kaki., ‘‘Belum’‘,, jawabku singkat., ‘‘Eee., ., kamu udah pesen? kalo belum,, kamu mau pesen apa?’‘ tanya dia., ‘‘Belum,, Gue belum pesen apa2’‘,,jawabku sambil mmbuka buku mnu., Setelah kita berdua mmesan maknn,, dan sambil mnunggu maknn kami berbincang-bincang sana-sini dan akhirnya dia mnnyakn bahwa mngapa Gue ada di rumah sakit saat itu,, dan Gue jelaskn dan Gue katakn pula bahwa papa Gue sudah mninggal dan dia tampak kaget dan minta maaf kalau dia mmbuat Gue sedih.

Acara makn malam Gue bersama Tante Nitha berlangsung lancar dan kita berdua mau pulang,, dia mmaksa mngantar Gue pulang sebab selain hemat biaya lagipula ternyata rumah Tante Nitha searah dgn Gue,, dia tinggal di daerah Kelapa Gading dan Gue yang mnyetir dgn ijin dia terlebih dahulu., Dalam perjalann,, tanpa Gue tanya,, dia mngatakn bahwa dia sudah cerai dgn suaminya sejak anaknya berusia 6 bulan dgn alasan mantan suaminya itu punya simpann., Saat dia mnceritakn itu,, Gue tidak tahu apa yang harus Gue lGuekn sebab rasanya kalau diterus-teruskn mungkin akn mmbuat dia sedih dgn pengalaman pahitnya,, hingga pada akhirnya mngatakn bahwa sebaiknya tidak perlu diteruskn sebab mungkin akn mmbuat dia ingat dgn masa lalunya itu tapi dia mngatakn bahwa dia ingin Gue tahu dgn siapa yang dia kenal (maksudnya dia sendiri)., Dari ceritanya,, dapat Gue simpulkn bahwa dia wanita karier yang lumayan bagus dgn kariernya.

Setelah dia selesai mnceritakn semuanya,, kita terdiam sejenak dan hanya tembang-tembang Ebiet G Ade yang kita dengar., Tapi dgn tiba-tiba dan mmbuat Gue kaget,,Tante Nitha mndekatkn kepalanya dan mnyandar diantara bahu dan ujung jok mobil., Saat itu Gue tidak tahu harus bagaimana,, jadi Gue diam saja., Namun yang mnambah kurang konsentrasinya Gue dgn jalan adalah,, setiap Gue mngganti persneling,, lengan Gue bersentuhan dgn dadanya yang lumayan besar dan ini tidak mngubah cara dia duduk,, dia tetap dgn posisinya., Setiap kali bersentuhan Gue minta maaf padanya dan hati serta kontolku tegang., Rasanya Gue teramat salah tingkah sebab selain mnggangu pikiran Gue,, Gue pun mnikmati apa yang terjadi.

Sampai pada akhirnya Tante Nitha mmecahkn kesepian pada saat itu dgn mngatakn,, ‘‘Will,, kamu sudah pernah bercinta?’‘ Wah,, rasanya seperti disambar geledek dengar pertanyaan Nitha., Setelah terdiam sebentar karena kaget,, Gue jawab pertanyaannya itu dgn jujur bahwa Gue sudah pernah bercinta dan Gue jelaskn pula bahwa itu dgn pacar Gue., Lalu dia bilang,, ‘‘Eee., ., kayaknya kamu sekarang sudah terangsang ya dgn posisiku kayak gini ini?’‘ sambil tangan kirinya dgn cepat meraba daerah kontol Gue., Gue benar-benar terhenyak dgn sikap Tante Nitha dan Gue biarkn tangan kirinya meraba-raba dgn halusnya kontol Gue dari celana panjang Gue sebab selain inilah yang yang inginkn,, Gue pun lagi-lagi dalam posisi sulit., Gue tidak tahu berapa lama dia meraba-raba kontol Gue hingga pada akhirnya dia mmbuka reitsleting celana Gue dan makin berani sehingga sekarang dia meraba-rabanya di CD Gue., Sambil meraba-raba dia bilang (dgn nada nakal dan manja),, ‘‘Will,, punya kamu ini besar ya?! panjang lagi., ., dan kayaknya udah pengen maen nich., ’‘ Namun Gue tidak mmberi jawaban sebab selain Gue tidak tahu harus mnjawab apa,, Gue merasa sedang terbang.

Dan Gue pun tidak tahu pasti berapa lama dia meraba-raba kontol Gue dari atas CD Gue., Hingga pada akhirnya dgn tiba-tiba kepalanya seperti terjatuh ke daerah kontol Gue dan dia mnjilat-jilat CD Gue dgn tangan kirinya yang tetap meraba-raba rambut kontol Gue yang mungkin sebagian keluar dari CD., Gue yakin bahwa CD Gue sudah basah dgn air liurnya sebab rasanya sudah agak lama dia jilati., Tidak berapa lama setelah Gue berpikir seperti ini,, dia mmbuka CD Gue dan langsung mnelan semua kontol Gue., Wah,, rasanya benar-benar nikmat dan Gue benar-benar harus mmbagi dua pikiran Gue antara kenikmatan yang sedang Gue rasakn juga jalann.

Karena Gue pun terangsang dgn kuluman Tante Nitha,, dgn berani Gue mmegang dadanya dan meremas-remas kecil., Walaupun Gue tidak melihat,, namun Gue dapat mmbayangkn bagaimana rasanya apabila Gue mnghisapnya., Wah,, sulit dikatakn., Hingga pada saatnya,, Gue mngatakn pada Nitha bahwa Gue rasa Gue akn klimaks,, tapi buru-buru dia mnghentikn kulumannya dan mngambil posisi duduk normal., Dan dia bilang bahwa dia pun sudah terangsang dan ingin berhubungan seks., Dia mngajak Gue mnginap di salah satu hotel., Sebelum mngiyakn ajakn Tante Nitha.

Gue katakn bahwa Gue harus mmberitahu sama orang rumah bahwa Gue tidak pulang agar mereka tidak perlu mnunggu Gue., Setelah semuanya sudah beres,, akhirnya mobil yang kita tumpangi Gue arahkn ke daerah Sunter,, sebab Gue tahu bahwa di situ ada hotel,, walaupun Gue belum pernah mnginap di situ., Akhirnya kami tiba di hotel yang Gue maksud dan Gue beserta Nitha masuk dan mngurus urusan-urusan di Front Office di hotel itu,, dan setelah semua selesai dgn biaya yang ditanggung Nitha,, kami pun diantar ke kamar yang sudah dipilih dgn Bellboy., Setelah mngecek sana-sini dalam kamar,, akhirnya Bellboy mminta ijin untuk keluar setelah mnghidupkn TV dgn Channel MTV.

Dan setelah terdengar suara pintu kamar kami ditutup oleh Bellboy,, Gue dan Tante Nitha dgn cepat saling berpelukn dan berciuman sambil berdiri karena sama-sama sudah tidak bisa mnahan gairah seks masing-masing., Tante Nitha mmang kelihatan sudah terangsang berat dan pandai berciuman sebab Gue dapat merasakn permainn lidahnya yang sangat Hot., Sambil bermain lidah,, tangan Tante Nitha dan tangan Gue saling meraba-raba bagian terlarang satu sama lain., Tangan kiri Gue tetap mmegang bagian belakng kepala Tante Nitha sedang tangan knn Gue mngelus-elus bagian punggung Tante Nitha yang terbuka dan mulus putih tanpa cacat,, sesekali meraba ke bagian tekukn bawah togenya.

Sesekali tercium olehku aroma parfum yang dia gunakn., Sedangkn tangan kiri Nitha mnelusup ke bagian belakng celana Gue sedang tangan knnnya merabanya dari depan mulai dari kontol Gue hingga ke daerah pusar., Lama-kelamaan,, tangan Gue mmbuka sebagian baju bagian dadanya sehingga Gue dapat mmegang dgn jelas bentuk togenya., Gue rasakn bahwa besar toge Nitha terasa mantap dgn posisi jemari Gue seperti mau mngambil togenya itu., Gue usap,, elus dan mainkn puting susunya yang terasa makin lama makin agak keras., dgn tetap sambil berciuman,, mmainkn lidah dan saling mnggigit bibir bawah atau atas satu sama lainnya., Sedangkn tangan Tante Nitha sedang berusaha mmbuka celana Gue dgn mmbuka reitsleting celana dan berusaha mmbuka ikat pinggang Gue., Setelah celana Gue dapat dibuka oleh Nitha,, dgn sigap dia mngambil kontolku yang sudah tegang dari balik CDku lalu mmaju-mundurkn tangannya sambil tetap mnggenggam kontolku.

Sambil meraba-raba dan tetap mmainkn puting susunya,, tangan Gue yang lain berusaha untuk mmbuka kncing yang terletak di leher belakng Tante Nitha., Dan akhirnya Gue dapat mmbuka kncing itu walaupun sedikit sulit sebab hanya dgn satu tangan., Begitu baju terusannya dapat Gue buka,, dgn otomatis baju terusan itu turun ke lantai sehingga toge Tante Nitha sekarang sudah tidak tertutupi sesuatu apa pun., dgn turunnya baju terusannya ke lantai,, Gue hentikn ciuman bibir dgn Tante Nitha dan Gue langsung mncium bagian dada kiri dan knn Nitha yang begitu ranum dan kencang seakn-akn masih dalam pertumbuhan., Dalam setiap hisapanku atau permainn lidahku pada puting susunya,, Nitha mndesah kenikmatan,, ‘‘Uuuh., ., aaghh., ., enakk., ., ’‘ dgn sesekali mnambahknnya dgn nama Gue dan disertai denga nafas yang mmburu., Sedangkn tangannya dgn bergantian tetap mmegang kontol Gue dan mngocoknya., Setelah Gue agak puas dgn togenya,, jilatan,, hisapan dan kecupan kecil Gue mngarah ke bawah dan makin ke bawah dgn tetap diiringi desahan Tante Nitha yang Gue rasa sudah terangsang karena kenikmatan., Namun tangan Gue tetap meraba serta mngelus-elus togenya., Hingga pada akhirnya tangan Tante Nitha melepaskn kontol Gue karena posisi kami yang tidak mmungkinkn.

Jilatan dan kecupan kecil pada bagian bawah dada Tante Nitha makin liar dgn makin tidak dapat mngontrol diri Gue sendiri dgn gairah seks yang meluap-luap dan dgn sesekali Gue mmbuka mata Gue dan melihat bagian tubuh Nitha yang putih bersih serta mulus dan lembut., Gue pun dapat merasakn detak jantungnya yang makin kencang., Sambil tetap mnjilati dan mmberi kecupan kecil,, tangan Gue dua-duanya meraba-raba bagian memeknya yang masih tertutup oleh CD yang dia gunakn., Setelah Gue meraba-raba dgn halus semua daerah memeknya serta bagian pantat Nitha,, baru Gue ketahui bahwa dia mngenakn CD dgn model tali yang mana lekukn pada daerah lubang analnya berupa tali dan melingkari pinggangnya pun berupa tali yang diikat pada bagian pinggang kiri., Dan ini mnambah gairah seks Gue yang mmbludak., Setelah dgn mudah dapat Gue buka CDnya,, jilatan juga kecupan kecil,, Gue lanjutkn pada daerah memeknya hingga Gue dapat merasakn bahwa Gue sedang berada di beberapa centimeter di atas liang kewanitaannya., Daerah yang ditumbuhi oleh rambut-rambut yang tidak terlalu lebat dan terkesan dirawat rapi., Dan Gue tetap mnikmati dgn makin mndesahnya Tante Nitha dgn apa yang Gue lGuekn pada tubuhnya., Tangan Gue pun mulai mmainkn memeknya yang basah,, Gue meraba memeknya dgn jari telunjuk atau jari tengah Gue dgn sesekali Gue masukkn ke dalam memek Tante Nitha.

Sedang jempol Gue,, Gue naik turunkn di daerah antara memeknya dgn rambut memeknya., Gue makin mnikmati semua ini dgn mnyentuh ujung lidah Gue pada memeknya bagian atas., Tercium pula bau khas dari kontol Nitha., ‘‘Ughhh,, Will., ., Gueaang., ., kamu pintar sekali,, Gueng., ., ’‘ rintih Nitha ketika Gue mnghisap-hisap klitorisnya dan sesekali mnjilatnya., ‘‘Teruuus., ., terus., ., Gueng., ., agh., ., ahhhh., ., ’‘ rintihnya sambil mmegang kepala Gue dgn kedua tangannya dan seakn-akn mnekn wajah Gue ke dalam memeknya., Waktu itu,, Gue agak sulit bernafas dgn posisi seperti ini,, namun Gue tetap mnjilati dan mmainkn klitorisnya., Agak lama Gue mmainkn klitorisnya dan sesekali mmasukkn satu atau dua jari Gue ke dalam memek Tante Nitha., Mulanya yang sudah basah,, sekarang hingga kering dan sekarang agak lembab dgn bercampurnya air liur Gue., Mungkin karena Gue yang terlalu mnikmati yang sedang Gue lGuekn atau mungkin karena dia sudah terangsang,, dgn tiba-tiba dari dalam memek Tante Nitha mnyembur cairan hangat yang belum pernah Gue temui sebelumnya.

Dengan mnyemburnya cairan itu dari dalam memek Tante Nitha,, makin didorongnya kepala Gue ke arah memek Tante Nitha dan kali itu Gue merasa sulit sekali bernafas namun kejadian itu tidak berlangsung lama sebab setelah itu,, Tante Nitha melepaskn kepala Gue sehingga Gue dapat bernafas kembali., Namun Gue tetap mnjilati dan mnghisapnya yang terasa agak lengket dan sedikit bau amis., Tak berapa lama setelah cairan itu mnyembur,, Nitha mngangkat kepala Gue,, yang maksudnya agar Gue berdiri., Gue pun berdiri dan wajah Gue dekat dgn wajahnya.

Dan Tante Nitha mnciumi bibir Gue dgn masih adanya sisa cairan yang mnempel di bibir dan lidah Gue., Ganas sekali dia mnciumi Gue yang diiringi dgn permainn lidah dan terengah-engah nafasnya., Setelah puas berciuman,, Tante Nitha mnghentiknnya dan mngatakn,, ‘‘Will,, sekarang gantian., ., Gue yang mau mnikmati tubuh kamu., ’‘ Sebelum aba-aba atau jawaban dari Gue,, Tante Nitha langsung mmbuka kaos Gue dari bawah dan mnelusupkn satu tangannya ke atas ke bagian dada Gue., Sambil mngelus-elus dada Gue,, dia bilang bahwa dada Gue lapang,, tidak seperti suaminya yang seolah-olah mmpunyai buah dada., Tante Nitha pun mngatakn bahwa perut Gue tidak gendut,, seperti peminum minuman keras.,

Setelah Gue mmbuka kaos Gue sendiri,, dgn segera Tante Nitha mmulai kecupan kecil di daerah dada Gue dan sesekali mnjilatinya,, sedangkn tangannya mnuju pada kontol Gue dan seperti semula,, dia mmaju-mundurkn kontol Gue., ‘‘Aaah., ., aaah., ., enak,, Luc’‘,, desahku kenikmatan karena selain dijilati atau dikecup,, kontolku pun dikocok2 dgn pelan-pelan namun pasti.,

Seperti halnya yang Gue lGuekn pada tubuh Tante Nitha,, Tante Nitha pun mnjilati,, mngecup dan mnghisap semua bagian depan tubuhku dan makin lama makin ke bawah hingga akhirnya pada kontolku., Pada saat di kontolku,, Tante Nitha langsung mngulumnya seakn-akn mau mnelan semua kontolku yang kira-kira panjangnya 16-18 centimeter., ‘‘Aaagghh., ., aah., ., eeenak,, Luc!’‘ desahku agak keras tidak bisa mnahan rasa nikmat yang Gue rasakn begitu Nitha mmainkn lidahnya di bagian lubang kontolku., Tidak bisa Gue ungkapkn kenikmatannya dan Gue benar-benar mnikmati apa yang Gue rasakn., Lama sekali Nitha mnghisap,, mnjilat,, mngulum dan mmainkn kontol Gue,, dia pun mnjilati lubang anal Gue., Hingga pada akhirnya terlintas dalam pikiran Gue untuk mnyelesaikn pemanasan ini dan mmulai berhubungan seks., Seperti halnya yang Nitha lGuekn pada Gue dgn mngangkat kepala Gue dari memeknya,, begitu pula yang Gue lGuekn untuk mnghentikn kulumannya pada kontol Gue., Gue angkat kepalanya dan Gue dekatkn wajahnya kepada Gue lalu mnciumnya dgn kecupan-kecupan sesekali mnciumnya dgn sedikit mmainkn lidah.

Aku pun mnuntun Nitha untuk tiduran di kasur dgn posisi telentang., Setelah Gue beri ciuman dan sedikit kecupan kecil pada bibirnya,, Gue mmegang kontol Gue dan mngarahkn pada liang senggamanya., Kedua kakinya yang telah dibuka olehnya mmbuat Gue lebih mudah untuk mmasukkn kontol Gue., Sambil mmasukkn kontol Gue,, Gue lihat raut wajah Tante Nitha., Dia tampak mngejamkn kedua matanya sambil mndesah,, ‘‘Ooohh., ., eeemhhh., ., ’‘ lalu mnahan nafas sejenak,, sedangkn kedua tangannya mmegang kedua pantat Gue lalu mncekeramnya agak keras., Sambil mngeluarmasukkn kontol Gue ke kontol Nitha,, Gue mnekuk kedua kakinya dgn kedua tangan Gue sehingga telapak kaki dan tulang keringnya terangkat., ‘‘Uuughh., ., esshhh., ., aaahh., ., eenak., ., Gueng., ., ’‘ desah Tante Nitha sambil mmejamkn matanya., Gue pun mndesah kenikmatan dgn keluar masuknya kontol Gue di dalam memek Tante Nitha., ‘‘Aaahh., ., eeessh., ., Luss., ., eenak., ., ’‘ Kira-kira kami melGuekn posisi itu selama 5 mnit,, lalu Gue angkat kedua kakinya sehingga mnghimpit kepalGue dan tetap mngeluarmasukkn kontolku., Dan Gue tidak tahu berapa lama Gue dan Tante Nitha melGuekn posisi ini hingga akhirnya Nitha mnarik Gue untuk mndekatkn kepala Gue dgn kepalanya,, lalu dia mndekap punggung Gue dgn erat bahkn Gue merasa sangat keras.

Dan mndesah panjang,, ‘‘Eeenghhh… eeesshhh., ., eeenakk., ., ’‘ Lalu Tante Nitha mnghentikn sebentar dan mngeluarkn kontol Gue dari memeknya., Ia lalu mnungging dan Gue tahu maksudnya dan tanpa disuruh olehnya,, Gue mngarahkn kontol Gue untuk kembali mnghujam kontol Nitha., Sambil mmegang kedua belah pantatnya bagian atas,, Gue tetap mngeluarmasukkn kontol Gue dan sesekali Gue melihat reaksi Tante Nitha yang mngangkat sedikit kepalanya ke atas dan sesekali mngibaskn rambutnya sambil mndesah-desah kenikmatan,, ‘‘Aaaghh… eeesshh., ., terus Gueng., ., ’‘ Rasanya lama sekali melGuekn hubungan seks,, hingga Gue merasa sedikit kelelahan begitu juga Tante Nitha,, hingga Gue putuskn untuk mmpercepat geraknku., Makin kupercepat kontolku di dalam memek Tante Nitha., dgn makin kupercepat geraknku,, makin terdengar dgn jelas suara gesekn antara kontol Gue dgn memeknya yang telah diulasi oleh cairan dari memek Tante Nitha.

Aku pun sesekali mmegang togenya dgn kadang meremasnya sebab Gue rasa togenya akn naik turun dan mnggantung karena posisinya., ‘‘Aaakhh., ., enakk!’‘ desah Tante Nitha sedikit teriak., ‘‘Luc., ., Gue mau keluar nich., ., eeesshh., ., ’‘ desahku pada Tante Nitha., ‘‘Keluarin di dalem aja,, Will., ., eesshh., ., ’‘ jawabnya sambil mndesah., Hingga akhirnya Gue merasa bahwa Gue akn mncapai puncak,, Gue agak mnunduk mngikuti posisi Tante Nitha yang mnungging dan Gue pegang kedua buah dadanya sambil sedikit meremas keduanya., ‘‘Uuugghh., ., aaaggh., ., eeenak Luss’‘ teriakku agak keras dgn bersamaannya sperma Gue yang keluar dan mnyembur di dalam memek Tante Nitha.,

Setelah Gue berdiam sejenak setelah ejGuelasi,, Gue keluarkn kontol Gue dan Gue tuntun tubuh Nitha untuk mmbalik sehingga kami dapat berpelukn., Sambil saling mmeluk,, Tante Nitha mngatakn bahwa Gue hebat dan dgn ijin Gue,, dia ingin mnceritakn ini pada temannya., Waktu itu,, Gue katakn bahwa tidak ada masalah andai dia ingin mnceritakn ini pada temannya sebab (waktu itu) Gue pikir,, Tante Nitha tidak akn mngenalkn temannya itu pada Gue., Kami pun hening sejenak sambil tetap saling berpelukn dan tubuh masih dalam keadaan telanjang bulat dan Gue pun masih dapat mncium bau parfum yang Nitha gunakn., Dalam keheningan itu,, terdengar dgn samar-samar lagu When You Said Nothing At All yang dibawakn oleh Ronn Keating dari pesawat TV yang ada.,

Kami pun secara bersamaan tersentak dan ingin melihat., Lalu kami saling meregangkn pelukn kami,, dan Tante Nitha mngambil remote Tv yang berada di atas meja dekatnya lalu mnambah volume suaranya., Seks stw lainya bisa anda baca di ceritaserudewasa., info Setelah itu,,Tante Nitha mngajak Gue untuk berpelukn lagi,, saling mndekap lagi sambil mnikmati lagu Ronn Keating tersebut., Gue lihat jam tangan,, jam mnunjukn pukul 12., 45 dini hari., Dan kami pun tertidur hingga kita berdua bangun bersama-sama sekitar jam 07., 00 pagi,, karena ada seberkas sinar matahari., Setelah mandi,, akhirnya kita sepakat untuk keluar dari hotel tersebut dan Tante Nitha mngantarkn Gue pulang hingga di depan rumah,, setelah itu dia akn kembali ke rumahnya hanya untuk mngganti pakaian dan diteruskn ke kntor., Di dekat rumah,, Tante Nitha mngatakn bahwa dia sangat puas dan ingin mngulang kembali apa yang terjadi tadi malam dan dia mngeluarkn sejumlah uang yang Gue kira cukup banyak buat Gue., Katanya saat itu,, ‘‘Will., ., ini buat kamu., ., siapa tau bisa bantu-bantu kamu kalau kamu pengen beli sesuatu., ., ’‘ namun belum selesai penjelasannya,, Gue jawab bahwa Gue tidak mau mnerima uang sesen pun dari dia sebab apa2 yang Gue lGuekn adalah karena atas dasar suka sama suka dan Gue pun mngatakn bahwa Gue akn merasa sangat terhina kalau dia tetap mmaksa Gue untuk mnerima uang itu.

Akhirnya dia mngalah dan kita terdiam sejenak dan dia mngambil HP-nya dan mngatakn bahwa itu adalah pemberian dari dia bukn balasan atas yang Gue lGuekn,, dia pun mnjelaskn agar dia dapat mnghubungi Gue., Setelah Gue pikir-pikir sambil dia tetap berharap agar Gue mnerima itu,, akhirnya Gue mau juga karena Gue pikir HP ini tidak akn selamanya,, Gue dapat mngembaliknnya suatu saat nnti., Setelah tiba di rumah,, Gue pun mmohon diri dan sempat mmegang tangannya bahwa apa yang dia rasakn antara Gue dan dia,, mungkin yang Gue rasakn pada saat itu., Hari itu Tante Nitha mnelepon Gue dua kali lewat HP-nya,, yang pertama mngatakn bahwa dia sudah tiba di rumah dan yang kedua adalah dia sudah berada di kntor., Sejak itu,, Nitha tidak pernah mnghubungi Gue lagi., Tadinya Gue pikir bahwa dia sibuk,, dan Gue pun sadar dgn posisi Gue., Hingga akhirnya Gue dihubungi seorang wanita lewat HP pemberian Tante Nitha., wanita itu mngatakn bahwa Tante Nitha pernah cerita semuanya tentang hubungan Gue dgn Tante Nitha mulai dari mula hingga akhir,, dan wanita ini mngatakn bahwa dia ingin mngatakn sesuatu pada Gue dan ingin ketemu dgn Gue., Hingga pada akhirnya Gue setuju untuk bertemu tanggal 8 Desember di suatu Mall.

Dalam pertemuan tersebut,, wanita itu yang seumur dgn Tante Nitha yang mngGue sebagai temannya dan mngGue bernama Julliet ini mngatakn bahwa ada pesan dari Tante Nitha untuk mngatakn yang sebenarnya pada Gue bahwa Tante Nitha telah bersuami dan sudah 1., 5 tahun belum dikarunia anak dan dikatakn bahwa suaminyalah yang tidak mampu berproduksi sebab Nitha secara diam-diam sudah mmeriksakn dirinya tanpa sepengatahuan suaminya,, dan pesan Tante Nitha yang terakhir adalah dia mnyampaikn permintaan maaf sebesar-besarnya untuk Gue sebab Tante Nitha tidak ingin bertemu dgn Gue lagi., Julliet ini pun mngatakn bahwa ia ingin melGuekn hal yang sama seperti Tante Nitha namun bukn dgn tujuan untuk mmiliki anak sebab ia mngatakn bahwa ia dan suaminya tanpa masalah dalam mmproduksi anak,, yang jadi masalah adalah suaminya yang setelah selesai hubungan seks,, ia selalu langsung mninggalkn Julliet tidur., ‘‘Jadi,, andai Tante Nitha hamil,, ada kemungkinn bahwa itu adalah benih Gue’‘,, pikirku.,

[-] Cerita Dewasa – Puas dengan Servicemu
Cerita Mesum | Cerita Sex | Cerita Ngentot | Cerita Dewasa | Cerita Tante-Tante | Cerita Sange | Foto ABG | Foto HOT | Tips Bercinta | Video Sex | Video Mesum

Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Dan Terpercaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY