Cerita Sex Dewasa Rame-rame Ngentot Ayam Kampus

0
332 views
cerita sex dewasa
KlipDewasa.com
Poker Online Terpercaya

KlipDewasa.com Tempatnya Berbagi Cerita Mesum, Cerita Sex, Cerita Ngentot, Cerita Dewasa, Cerita Tante-Tante, Cerita Sex Abg, Foto Bugil, Tips Bercinta : Cerita Sex Dewasa Rame-rame Ngentot Ayam Kampus-Cerita lamaku aku mempunyai teman yang namanya David, dia teman lamaku saat di perkuliahan, tiba – tiba pukul 19:00 wib dia menelponku, katanya dia lagi berada di hotel dengan dua orang cewek, dulu memang dia pernah janji kepadaku untuk dikenalkan pacarnya yang bernama Sofhie. Dan aku disuruh untuk menemui dia di Hotel.

KlipDewasa.com
KlipDewasa.com

Namaku Erol, aku sudah berumur kepala 3, dengan nama yang sama Sofhie aku teringat mantanku juga namaya Sofhie tapi kepanjangannya Sofhie Marine, kami masih sering telponan, saat dia berulang tahun aku kirim dia sebuah kado, dulu kita saling menyayangi, wajahnya mirip artis lunamaya tingginya 171 cm kulitnya mulus dan putih, pokoknya perfect lah kalau misal dulu bisa jadi istriku.

Dalam perjalan menuju hotel, aku selalu masih teringat dengan mantanku tadi apalagi aku menyetel lagu tentang kisah kenangan kita berdua, saat melamun tiba tiba aku dikagetkan dengan bunyi handpone bordering ternyata si David, dia menyuruhku kalu sudah sampai untuk langsung masuk kemar 185, temanku David memang dia hobi melakukan hubungan intim dengan semua cewek yang dia kenal, aku pun tidak kaget dengan perilakunya David karena aku sudah paham dari kita temenan dulu.

Aku tiba di sana pukul sembilan tiga puluh malam dan terus naik ke atas ke kamar 185. Seorang cewek membuka pintu buatku dan cewek itu hanya bercelana dalam dan BH saja, dan aku langsung masuk. Rupanya David sedang main dengan salah seorang ceweknya itu, keduanya sama-sama telanjang dan lagi seru-serunya berduel. Terdengar suaranya si cewek ini mendesah dan mengerang kenikmatan, sementara David mencium wajahnya dan lehernya. Aku berpaling pada cewek yang satu lagi ini yang memandangku dengan senyuman manis. “Oom Errol ya..?” tegurnya sambil duduk di atas tempat tidur yang berada di sebelahnya.

Aku hanya mengangguk dan membalas senyumnya. Bodynya boleh juga nih cewek, hanya sedikit kurus dan imut-imut. “Namanya siapa sich..?” tanyaku. “Namaku Lina, Oom buka aja bajunya.” Lalu aku pun berdiri dan membuka bajuku, dan kemudian menghampirinya di atas ranjang dan menyentuh punggungnya, sementara Lina ini terus saja menonton ke sebelah. Si cewek yang lagi ‘dimakan’ David rupanya mencapai puncak orgasmenya sambil menggoyang pinggulnya liar sekali, menjerit dan mendesah, dan kemudian David pun keluar.

Asyik juga sekali- sekali menonton orang bersenggama seperti ini. Sementara keduanya masih tergeletak lemas dan nafas tersengal-sengal, si Lina ini berpaling kepadaku dan aku pun mengerti maksudnya, dan kami pun mulai bercumbu, saling meraba dan berciuman penuh nafsu. Kini berbalik Ricky dan ceweknya itu yang menonton aku dan Lina main. Secara kebetulan aku balik berpaling kepada Ricky dan ceweknya itu, dan betapa kagetnya aku melihat siapa cewek yang bersama Ricky itu.

Masih sempat kulihat buah dadanya dan puting susunya sebelum cepat-cepat dia menarik selimut menutupi badannya. Aku langsung jadi ‘down’ dan bangun berdiri, dan menegur Ricky sambil memandang si cewek itu yang masih terbaring. Dia pun nampaknya begitu kaget, untung saja Ricky tidak melihat perubahan pada air wajahnya. “Hi Ricky.., sorry aku langsung main tancap nich.” kataku, Ricky hanya tertawa saja padaku. “Gimana Roll, oke punya?” tanya Ricky sambil melirik Lina yang masih terbaring di ranjang. “Excellent..!” jawabku sambil berdiri di depannya tanpa sadar bahwa aku lagi telanjang bulat dan tegang. “Roll, kenalkan ini cewekku yang kubilang si Sofhie itu,” ucap Ricky sambil tangannya berbalik memegang kepalanya Sofhie.

Segera aku menghampirinya dan mengulurkan tanganku yang disambut oleh cewek itu. Kami berjabat tangan, terasa dingin sekali tangannya, dan dia menengok ke tempat lain, sementara aku menatapnya tajam. Untunglah Ricky tidak sadar akan perubahan diantara aku dengan cewek ini. Lalu si Sofhie ini bangun sambil melingkari tubuhnya dengan handuk, kemudian berjalan ke kamar mandi diiringi oleh tatapan mataku, melihat betis kakinya yang panjang indah itu yang dulu selalu kukagumi. Tidak sadar aku menarik nafas, terus David mempersilakan aku dan Lina kembali melanjutkan permainan yang tertunda itu.

Kami kemudian melakukan foreplay sebelum acara yang utama itu. Kulihat sekilas ke sebelah, Sofhie sudah balik dari kamar mandi dan memperhatikan aku dan Lina yang sedang bertempur dengan seru, Lina mengimbangiku tanpa terlalu berisik seperti Sofhie tadi. Lina mengangkangkan kedua kakinya lebar-lebar dan kusodok lubang vaginanya dengan penuh semangat. Maklumlah, dua bulan di laut tidak pernah menyentuh wanita sama sekali. Sampai akhirnya kami berdua pun sama-sama keluar, aduuh.. nikmatnyaa…

Kuciumi buah dada yang penuh keringat itu dan bibir-bibirnya yang tipis itu, kulitnya benar-benar bersih mulus dan akhirnya kami terbaring membisu sambil terus berpelukan mesrah dan tertidur. Waktu itu sudah jam dua belas tengah malam. Ketika aku terbangun, rupanya Lina tidak tidur, dia malah asyik memandangiku. Kulihat ke sebelah, David dan Sofhie masih terlelap, hanya selimutnya sudah tersingkap. David tidur sambil memeluk Sofhie dan keduanya masih telanjang bulat. Paha Sofhie yang mulus sexy itu membuatku jadi terangsang kembali dan terus saja memandangnya dari jauh.

“Dia cantik ya..?” lalu Lina berbisik padaku, aku hanya mengangguk kepala. “Cantik, sexy.. tapi milik banyak orang..” tambah Lina lagi. “Dia temanmu kan..?” “Kita satu fakultas dulu, dan sama-sama wisuda, setahu gua dia dulunya nggak suka main sama laki, tapi dia melayani tante-tante senang yang suka nyari mangsa di kampus.” “Maksud kamu Sofhie itu lesbian..?” “Yah gitu lah, tapi dia juga pacaran waktu itu, terakhir dulu gua dengar dia lama main ama orang cina dari Hongkong.” “Bisa jadi dia pernah lesbong, soalnya liat tuh puting susunya udah besar dan panjang lagi, kayak ibu-ibu yang pernah menyusui.” kataku. “Pak David ini cuman salah satu dari koleksinya, dia juga suka main ama orang bule dari Italy, terus dia juga ada main sama Pak XXX (orang penting).” “Lina kok tau semuanya..?” “Soalnya gua sering jalan bareng dia, kalo dia dapat order sering dia bagi-bagi ama gua, orangnya paling baik juga sosial ama temen.” sambung Lina lagi.

Sementara Lina tidak tahu kalau aku dan Sofhie juga sudah lama kenal. Tiba-tiba Sofhie menggerakkan badannya membuat bagian perutnya yang tadinya terselimut kini terbuka, gerakannya itu membangunkan David yang melihat buah dadanya begitu menantang langsung mulutnya beraksi, dari buah dada Sofhie turun terus ke bawah membuka lebar pahanya Sofhie dan menjilati bibir vaginanya. Aku langsung bangun dan menghampiri ranjang keduanya dan memperhatikan dari dekat David menjilati bibir kemaluan Sofhie dan menguakkannya.

Nampak lubang kemaluan Sofhie yang memerah terbuka cukup besar. Sementara bulu kemaluannya kelihatan seperti dicukur bersih, licin seperti vagina seorang bayi. Melihatku memperhatikannya dengan serius, David lalu bertanya. “Kamu suka Roll..? Kita tukaran aja sekarang, aku ama Lina.” Lalu David bangun dan pindah ke ranjang sebelah, dan aku segera menggantikan tempat David tadi, tapi betapa terkoyaknya hatiku saat itu. Benar-benar tidak pernah kukira akan mengalami pertemuan kembali yang begini dengan Sofhie.

Aku berbaring sambil mendekap tubuhnya pelan-pelan, seolah takut jangan sampai dia terbangun. Mulutku melahap buah dadanya, menghisap puting susunya yang besar dan panjang itu, tanganku pelan turun ke bawah mengusap selangkangannya, terus memegang vaginanya sambil mencium pipinya, mengulum bibir-bibirnya. Sofhie mendesah dan menguap sambil menggerakkan badannya, tapi tidak bangun. Aku pun terus melanjutkan aksiku. Ketika dia berbalik tertelungkup, segera kupegang pantatnya dan menguakkannya.

Nampaklah lubang duburnya yang sudah terbuka itu, merah kehitam-hitaman, kira-kira berdiameter satu senti. Tapi betapa hatiku begitu penuh kasih padanya, pelan-pelan lidahku menjulur ke lubang pantatnya itu dan kujilati pelan-pelan. Tiba-tiba Sofhie menggerakkan pantatnya, rupanya terasa olehnya sesuatu yang nikmat di pantatnya. Aku terus saja menjilatinya, lalu dia merintih dan menarik napas panjang dan mendesah. “Aduuhh.. enak David, terus Sayang.. lidahnya terus mainkan.., duuh.. enaakk..!” desahnya pelansambil semakin kuat menggoyangkan pantatnya, sementara rudalku sudah tegang sekali.

“David.., jellynya.. jellynya dulu.. baru masukin yaa..!” Aku tidak tahu dimana jellynya, lalu kuludahi saja banyak-banyak sampai lubang duburnya itu penuh dengan ludahku dan kuarahkan rudalku ke arah sasarannya, dan mulai menyentak masuk pelan-pelan. “Aaacchh..!” dia mendesah. Sekali hentak langsung masuk tanpa halangan, kudorong terus rudalku, tangan kananku melingkari lehernya. Dia menarik napas panjang sambil mendesah tertahan, sementara rudalku sudah semuanya masuk tertanam dalam liang pelepasannya yang cengkeramannya sudah tidak terasa lagi.

Tangan kiriku memainkan klitorisnya, sambil mencium pipinya kemudian melumat bibirnya. Berarti Sofhie ini sudah biasa disodomi orang, hanya lubangnya belum terbuka terlalu besar. Aku mulai menarik keluar kembali dan memasukkan lagi, dan mulai melakukan gerakan piston pelan-pelan pada awalnya, sebab takut nanti Sofhienya kesakitan kalau aku langsung main hajar dengan kasar. Aku tahu bila dalam keadaan normal seperti biasa, tidak akan pernah aku dapat menyentuh tubuhnya ini.

Selagi aku mengulum lidahnya itu, Sofhie membuka matanya, terbangun dan kaget melihat siapa yang lagi menyetubuhinya. Sofhie mau bergerak bereaksi tapi kudekap dia kuat-kuat hingga Sofhie tidak mungkin dapat bergerak lagi, dan aku mulai menghentak dengan kekuatan penuh pada lubang duburnya yang memang sudah dol itu. Batang rudalku masuk semua tertancap di dalam lubang duburnya dan masuk keluar dengan bebasnya menghajar lubang dubur Sofhie dengan tembakan-tembakan gencar beruntun sambil mendekapnya kuat-kuat dari belakang meremas payudaranya dengan gemasnya dan mengigit tengkuknya yang sudah basah oleh keringatnya itu.

Secara reflex Sofhie mengoyang pinggulnya begitu merasakan batang kemaluanku masuk, dan mendesah mengerang dengan suara tertahan. Keringat deras bercucuran di pagi yang dingin itu. Seperti kuda yang sedang balapan seru, dia merintih lirih diantara desahan napasnya itu dan mengerang. Sofhie semakin menggoyang pantatnya seperti kesetanan oleh nikmat yang abnormal itu. Sepuluh menit berlalu, lubang duburnya Sofhie rasanya sangat licin sekali, seperti main di vagina saja. Dan Sofhie meracau mendesah dan menjerit histeris, wajahnya penuh keringat yang meleleh. Kubalikkan tubuhnya, kini Sofhie sudah tidak melawan lagi, dia hanya tergeletak diam pasrah ketika kualasi bantal di bawah pantatnya.

Dia mengangkat kedua kakinya yang direntangkan dan memasukkan lagi rudalku ke dalam lubang duburnya yang sudah terkuak itu. Seluruh batang rudalku basah oleh cairan kuning yang berbuih, itu kotorannya Sofhie yang separuhnya keluar meleleh dari lubang duburnya itu. Bagi orang yang tidak biasa dengan anal sex ini pasti akan merasa jijik. Kini wajah kami berhadapan, kupegang kepalanya supaya dia tidak dapat berpaling ke kiri ke kanan. Dan kulumat-lumat bibir- bibirnya, sepasang gunung buahdadanya terguncang-guncang dengan hebatnya, lehernya dan dadanya basah oleh keringatnya yang bercampur baur dengan keringatku. Dan inilah yang namanya kenikmatan surga. Pipi- pipinya telah memerah saga oleh kepanasan.

Aku semakin keras lagi menggenjot ketika mengetahui kalau Sofhie mau mencapai puncak klimaksnya. Seluruh tubuhnya lalu jadi mengejang, dan suaranya tertahan di ujung hidungnya, Sofhie ini benar-benar histeris pikirku. Mungkin juga dia ini sex maniac. Sofhie mulai bergerak lagi dengan napas yang masih tersengal-sengal sambil mendesah. “Terus ung.. teeeruus.. aku mau keluar lagi..!” desahnya. Benar saja, Sofhie kembali menjerit histeris seperti kuntilanak, seluruh tubuhnya kembali mengejang sambil wajahnya menyeringai seperti orang menahan sakit yang luar biasa. Butiran keringatnya jatuh sebesar biji jagung membasahi wajahnya, peluh kami sudah bercampuran.

Kupeluk erat-erat tubuhnya yang licin mengkilap oleh keringat itu sambil menggigit-gigit pelan daun telinganya agar dia tambah terangsang lagi. Akhirnya dia jatuh lemas terkulai tidak berdaya seperti orang mati saja. Tinggal aku yang masih terus berpacu sendiri menuju garis finish. Kubalikkan lagi tubuh Sofhie tengkurap dan mengangkat pantatnya, tapi tubuhnya jatuh kembali tertelungkup saja, entah apa dia sangat kehabisan tenaga atau memang dia tidak mau main doggy style. Kuganjal lagi bantal di bawah perutnya dan mulai menhajarnya lagi, menindihnya dari atas punggungnya yang basah itu.

Tapi keringatnya tetap berbau harum. Napasnya memburu dengan cepatnya seperti seorang pelari. “Aduh.. aduuh.. aku mau beol.. nich.. cepeet dikeluarin.. nggak tahan nich..! Ituku udah mo keluar nich..!” desahnya. Dadanya bergerak turun naik dengan cepatnya. Tapi aku tidak perduli, soalnya lagi keenakan, kutanamkan kuat-kuat batang kemaluanku ke dalam lubang pantatnya, dan menyemprotkan spermaku begitu banyaknya ke dalam lubang analnya itu. “Aduh.. aduuh.., aku mau beol.. nich.. cepeet nggak tahan nich.., udah mo keluar nich..!” desahnya. “Aaacchhh.. aach..!” Sofhie menjerit lagi.

Ada dua menit baru kucabut batang kemaluanku. Dan apa yang terjadi, benar saja kotorannya Sofhie ikut keluar bersama rudalku, dan menghambur padaku. Terasa hangat kotorannya yang mencret itu. Hal itu juga berhamburan pada seprei tempat tidur. Praktis kami berenang di atas kotoran tinjanya yang keluarnya banyak sekali itu. Sementara aku lagi menikmati orgasmeku, kudengar suaranya Sofhie seperti orang yang sedang sekarat, dan napasnya mendengus. Anehnya aku sama sekali tidak merasa jijik, walaupun aku dengan sudah belepotan oleh tinjanya.

Kami tetap saja berbaring diam sambil terus berpelukan. Napasnya masih tersengal-sengal. Dadanya bergerak naik turun seperti orang yang benar-benar kecapaian. Kucium pipinya yang basah oleh keringatnya, dan menjilati keringat di lehernya yang putih mulus itu. Batinku terasa puas sekali dapat mencicipi tubuh indah ini, walaupun dia ini hanya seorang pelacur saja. Sofhie pun tetap berbaring diam tidak bergerak walaupun semua bagian bawah tubuhnya sudah berlumuran oleh tinjanya.

Dia sepertinya sudah seperti pasrah saja atas semua yang sedang terjadi pada dirinya. Bola matanya menatap kosong ke dinding kamar. Aku membalikkan kepalanya agar menatapku, terus kuhisap bibirnya pelan dan mencium di jidatnya. Tampak senyum di wajahnya, dia seperti senang dengan sikapku ini. Dia menatapku dengan wajah sayu dan letih. “I love you Sofhie..” ucapku tanpa sadar. Dia hanya mendengus, menggerakan hidungnya yang mancung itu sambil bola matanya yang hitam bening itu menatapku tajam. Kucium lagi pipinya. “Sofhie.., dari dulu aku tetap cinta kamu..” bisikku di telinganya. “Walaupun harus hidup dengan berlumuran tinja seperti ini..?” jawabnya seperti menyindirku. “Kita mesti keluar dari kubangan tinja ini Sofhie..,” kataku, “Kita bersihkan tubuh kita dan kita memulai hidup kita yang baru.” Dia tidak menjawab, malah mendorongku ke samping dan dia melompat bangun bergegas menuju kamar mandi diiringi suara ketawa dari David dan Lani.

Sisa-sisa kotoran di bokong pantatnya itu mengalir turun di paha dan betis kakinya dan ruangan itu telah dipenuhi oleh bau kotoran yang keluar dari dalam perutnya Sofhie ini. Aku pun berlari ke kamar mandi dan membantu Sofhie membersihkan badannya dengan air dan bantu dia menyirami tubuhnya dan menyabuni seluruh tubuhnya sampai ke selangkang dan kemaluannya terus sampai pada lubang pantatnya semua kusabuni dan kubilas sampai benar-benar bersih. Barulah kemudian aku mandi.

Sofhie nampaknya senang dengan perlakuanku yang mengistimewakan dirinya itu, dan dia pun membantuku mengelap badanku dengan handuk. Kemudian kami kembali ke kamar, aku menarik keluar seprei yang telah penuh dengan kotoran itu, membungkusnya dan melemparnya ke kamar mandi. Sofhie duduk di kursi mengawasiku bekerja sambil senyum-senyum malu. Aku menatap tubuhnya yang tinggi atletis ini dengan penuh rasa pesona dan syukur. Namun sama sekali tidak kusanga bahwa nanti dalam waktu yang tidak lama lagi dia akan menjadi isteriku.

Dan sedikitpun aku tidak menyesal memperisteri Sofhie, sekalipun dia itu hanyalah seorang bekas wanita nakal, bekas ayam kampus. Kami kembali lagi ke atas tempat tidur dan berusaha untuk tidur, padahal hari sudah pagi. Kami tidur berpelukan. Dia menyembunyikan kepalanya di dalam dadaku yang sedang bergemuruh dengan hebatnya itu, dan kami terlelap dalam tidur. Aku hanya dapat tertidur beberapa saat saja, kemudian sudah terbangun lagi, di sampingku Sofhie masih tertidur lelap, mungkin sebab saking capeknya dia ini.

Pelan aku bangun untuk duduk sambil memperhatikan dia dalam ketidurannya, di bibirnya tersungging senyum, sepertinya dia merasa bahagia dalam hidup ini. Rambutnya yang lebat hitam panjang itu tergerai di atas bantal. Pelan kusingkap kakinya hingga terbuka lebar, dan tanganku mengusap pahanya yang ditumbuhi bulu-bulu halus itu. Benar-benar merangsangku paha mulus yang bersih ini.

Menguakkan bibir vaginanya yang telah ke biru-biruan itu pertanda bahwa dia telah banyak sekali melakukan persetubuhan. Dan kulihat lubang vaginanya yang telah terbuka menganga seperti lubang terowongan turun ke dalam rahimnya. Lalu kujulurkan lidahku untuk membuka vaginanya itu dengan penuh perasaan. Kujilati juga klitorisnya, membuatnya jadi tergerak mungkin oleh rasa enak di klitorisnya itu. Tapi hanya sampai disitu saja. Aku tidak tega untuk membangunkannya dari kelelapan tidurnya yang manis itu. Siangnya kami checked out dari Hotmen itu.

Dalam mobil aku dan Sofhie duduk di belakang. Dia tidak pernah berbicara sampai kami tiba di depan rumahnya Lina di Tebet timur, keduanya turun di sini, padahal Sofhie rumahnya di jalan Kalibata utara. Setelah berlalu dari situ, aku bertanya kepada David kenapa tidak membayar keduanya. David bilang biasanya uangnya itu di transfer ke rekening keduanya masing-masing. Dan esoknya hari Senin aku mentransfer uang ke rekening Sofhie sebesar lima ratus ribu rupiah. Kenangan manis yang tidak terlupakan bagiku.

[-] Cerita Dewasa – Nafsu Besar Reza di Kelas
Tempat Berbagi : Cerita Mesum | Cerita Sex | Cerita Ngentot | Cerita Dewasa | Cerita Tante-Tante | Cerita Sange | Foto ABG | Foto HOT | Tips Bercinta | Video Sex | Video Mesum

Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Dan Terpercaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY