Bertemu Dengan Mantan Muridku

0
1,731 views
Cerita Mesum Bertemu Dengan Mantan Muridku
Cerita Sex Mesum Bertemu Dengan Mantan Muridku
Poker Online Terpercaya

Kumpulan Cerita & Foto Sex, Dewasa, Bugil, Bokep, Tips Bercinta Terlengkap : Cerita Mesum Bertemu Dengan Mantan Muridku – Namaku Bobby aku adalah seorang guru di sebuah Sekolah Smu di kota Salatiga, usiaku saat ini 36 tahun, tapi diceritaku ini kejadian berlalu 4 tahun kemarin kira-kira aku berusia 32 tahun,dan aku pernah melakukan Mesum dengan muridku.

Pengalaman mesum dengan Muridku yaitu Dwi, dimana sekarang aku akan bercerita pengalamanku dengannya, awalnya mulanya begini: dulu waktu SMU aku adalah wali keras Dwi, dulu waktu SMU kami sering melakukan halnya suami istri dengannya , tetapi saat Dwi sudah lulus SMU kami jarang sekali bertemu.

Cerita Mesum Bertemu Dengan Mantan Muridku

Bertemu Dengan Mantan Muridku

Apalagi waktu pacarnya Dwi yang di US pulang liburan.Hampir 2 tahun telah berlalu, tak terasa Pelajaran sudah memasuki liburan semester 3. Liburan yang panjang selama 1 bulan lebih membuatku bosan, kerjaku hanya Di Rumah saja.

Dan yang lebih membuatku stress adalah aku sedang ribut dengan istriku, padahal gara-gara masalah sepele.Ditengah rasa bosan itu, pada suatu hari aku berjalan-jalan di Mall Taman Anggrek sendirian.

Lumayan menghilangkan perasaan stress dengan merokok sambil melihat-lihat barang-barang dan gadis-gadis cantik lalu-lalang. Ketika aku sedang melihat-lihat barang jualan, tiba-tiba Sapaan seseorang dari belakang,

“Pak, lagi apa sendirian di sini?” Aku membalikkan badan dan seorang wanita cantik berdiri di belakangku.

“Masih inget nggak pak?” tanyanya. Setelah memutar ingatan sejenak aku baru ingat,

“Ohh.. nih Dwi, wah udah lama nggak ketemu ya, gimana kabarnya Dwi baik-baik aja?” Dia masih cantik seperti dulu meskipun penampilannya sedikit berubah, rambutnya yang dulu panjang sedada & dikuncir itu kini tinggal sebahu lebih dan waktu itu tidak berkacamata karena memakai soft lens, namun body dan kecantikannya tidak berubah sedikit pun.

Dia sudah selesai kuliah tapi belum mendapat pekerjaan tetap, maka dia membuka les privat di rumahnya untuk siswa SD-SMU.

“Dwi sendirian juga nih, ngapain? belanja?” tanyaku.

“Iya, Dwi juga lagi kosong hari ini, mau liat-liat barang sekalian mau belanja dikit di supermarket, eh nggak taunya ketemu Bapak yang sudah lama gak kelihat.”

“Eh, omong-omong Dwi masih kenal sama Bapak nih, padahal udah lama nggak ketemu loh”, godaku.

“Ah Bapak Bisa aja, gimana Dwi bisa lupa sama Bapak Guru yang paling Nakal.

” Aku jadi agak tersipu malu mengingat peristiwa dulu itu. Dan aku menemaninya belanja sambil ngobrol-ngobrol dengannya.

Karena dia juga sedang menganggur, setelah itu aku bersamanya pergi ke tepi laut dengan mobilku, melihat laut kadang-kadang membuat hati yang galau terasa lebih segar. Di sana kami ngobrol-ngobrol sampai tak terasa sudah hampir jam 6 malam.

Tanpa disadari hubungan kami sudah seperti orang berpacaran saja walaupun dia lebih muda dariku dan pernah menjadi Muridku.“Wah Dwi udah malam nih kita cari makan dulu yuk, lapar nih”, kataku padanya, dia setuju dan kami pun mencari restoran dan makan di sana.

“Dwi gimana dengan pacar kamu yang dulu ”, tanyaku di restoran.

“Minggu ini dia diwisuda kok, jadi paling 2 minggu lagi pulang.

“Selamat ya Dwi, kalau married nanti undang saya Bapak ya!” kataku bercanda.

“Ah,Bapak bisa aja , nikahnya sih belum tau kapan.

”Sesudah pesanan datang, kami makan. Teringat masalah dengan Istriku, aku memesan bir, tanpa sadar aku telah menghabiskan 3 botol dan mulai merasa pusing.

Dwi menyuruhku berhenti minum. “Bapak apa-apaan sih Koq minum sampai begini banyak, sudah.. sudah jangan minum lagi ya pak.

” Aku memanggil pelayan dan membayar bonnya. Karena keadaanku yang sudah setengah sadar maka Dwi yang menyetir mobil mengantarku pulang.

Agar Istriku tidak mendapatiku sedang mabuk dan aku tidak mau ribut lagi, aku memintanya agar pulang ke rumahku yang di kompleks (aku mempunyai 2 rumah, 1 ruko, tempat keluargaku biasa tinggal, 1 lagi di kompleks perumahan, yang ini berfungsi untuk gudang dan rumah tinggal, jarang ditinggali, biasa kupakai kumpul-kumpul dengan teman dan barang-barangku juga banyak disimpan di sana).

Siangnya aku juga Istriku pun pasti juga uda tau kalau asal kami bertengkar pasti aku tidak akan pulang dan bahwa aku mungkin tidur di rumah ini, jadi tidak usah kuatir kalau tidak pulang ke ruko.Di rumah tidak ada siapa-siapa, aku masuk ke ruang tamu dengan sempoyongan dituntun olehnya dan menjatuhkan diri di sofa.

“Pak, bapak kenapa sih kok bisa mabuk gini, ada masalah apa sebenarnya?” tanyanya sambil menyodorkan air putih padaku. Akhirnya aku menceritakan segala masalah dengan Istriku padanya. Dia mendengarkan segala keluhanku dengan penuh perhatian.

Dia menyuruhku tidur saja agar lebih tenang. Dituntunnya aku masuk kamar. Ketika dia menuntunku tak sengaja kulihat belahan dadanya melalui kaos berleher V-nya, birahiku makin bangkit ketika teringat dulu ketika dia masih jadi muridku, terlintas dalam pikiranku mengulangi perbuatan itu apalagi di rumah kosong.

Ketika aku menjatuhkan diri ke ranjang, kutarik tangannya sehingga dia ikut rebah bersamaku. Posisinya sekarang berada di atasku berhadap-hadapan.

“Aduh apa-apaan ini Pak, Bapak.. mmhh!” Sebelum dia habis berkata, bibirku sudah menempel di bibirnya yang tipis itu. Aku segera berguling sehingga sekarang dia berada di bawahku. Dengan nafsu membara kuciumi terus dia, kujilat-jilat bibir bawahnya.

Tangannya terus bergerak mendorong dadaku berusaha lepas, tapi kupeluk dia kuat-kuat, kutambah rangsangan dengan meremas-remas buah dadanya dan mengesek-gesekkan kejantananku ke bagian kemaluannya,

Lama-lama gerakannya melemah dan sekarang bibirnya mulai membuka, lidahku masuk dan mulai bermain di dalam, Dwi memang hebat dalam French Kiss, lidah kami saling berpilin dan menyedot, enak sekali rasanya, kami sudah mulai hanyut dalam nafsu.

Ini bukan pertama kalinya aku dan dia berbuat begitu, maka kali ini sudah tidak canggung lagi. Sesudah melepas stelan luarnya, tanganku menaikkan kaos buntungnya dan menyusup ke dalam BH-nya, kupencet-pencet puting susunya sambil terus berciuman.

Sekarang mulutku berpindah ke leher jenjangnya, kujilat lehernya dan tanganku makin ganas di dadanya.

“Ahh.. ohh, Bapak Masih belum berubah juga yach..masih nakal seperti dulu.. ahh”, desahnya. Diapun membalasku dengan membuka kancing bajuku, sementara tanganku sudah mulai bergerak membuka reitsleting celana jeans-nya, kulepaskan celana itu dan melihat celana dalam putihnya.

Setelah itu kubuka juga kaos buntung dan BH-nya, namun sebelum aku melepas CD-nya, Dwi membalik tubuhku dan berada di atasku. Sambil mengelus wajahku dia berkata,

“Pak, kalau Dwi bisa menghilangkan kekesalan Bapak pada Istri, milikilah Dwi malam ini saja..” selesai berkata dia melucuti kemejaku dan membuka celanaku kemudian CD-ku.Tanpa basa basi dijilatinya barangku mulai dari buah pelir ke kepalanya, kemudian dimasukkan ke mulutnya.

Lalu dia memutar tubuhnya sehingga kemaluannya di atas wajahku (posisi 69). Aku tidak langsung membuka CD-nya tapi kuusap-usap & kutekan-tekan dulu daerah liang senggamanya sampai terlihat basah baru kutarik lepas.

Wajahku terbenam di kemaluan yang ditumbuhi bulu-bulu lebat itu, kujilati klitorisnya yang sudah basah itu dan dibalasnya dengan sedotan-sedotannya yang nikmat, dia membiarkan batang kemaluanku dalam mulutnya dan dimain-mainkan dengan lidahnya sambil dihisap, sementara aku mengigit pelan bibir kemaluannya.

Setelah 10 menit, karena aku tidak mau cepat-cepat orgasme kusuruh dia berhenti. Kali ini Dwi tidur telentang, aku menindihnya dan kumasukkan batang kemaluanku ke dalam liang kewanitaannya. Aku mulai memompanya.

Kugerakkan pantatku naik turun dan dia pun mengikuti gerakan tubuhku. Dia mulai ribut merintih sambil mengigiti jarinya, menggeleng-gelengkan kepalanya, dan kakinya sudah melingkari pinggangku, sesekali dia juga mencium bibirku.

“Ohh.. pak terus.. bagus.. ohh.. lebih dalam!” Makin lama makin kupercepat gerakanku, kami semakin liar di ranjang, kalau ranjangnya murahan bisa-bisa ambruk karena guncangan sekuat ini. 30 menit kami berada dalam posisi ini, tubuh kami sudah mandi keringat.

Akhirnya kurasakan dia mulai mengejang, kedua kakinya semakin kencang menjepit pinggangku, tangannya memelukku erat-erat bahkan kurasakan kukunya mulai menggores punggungku, tapi tak kuhiraukan.

“Pak.. sedikit lagi.. akhh.. Dwi sudah sampai.. tahan dikit lagi..” akhirnya cairan hangat kurasakan membasahi batang kemaluanku disertai lolongan panjangnya. Tapi aku masih belum orgasme, kuteruskan menggenjotnya sampai 5 menit kemudian giliranku yang menyemburkan maniku di dalam liang kewanitaannya.

Tubuhku mulai melemas, kami saling cium sambil berguling-guling sampai akhirnya berbaring dengan nafas terengah-engah.“Tambah hebat aja Bapak ini, hampir sehebat Ko Pacar aku loh!” kata Dwi sambil menyeka keringat di dahiku.

Aku hanya tersenyum kecil mendengar pujian itu. Mendadak dia menciumku turun ke leher, dada, perut, akhirnya batang kemaluanku. Dikulumnya batang kemaluanku yang masih berlumur sperma dan cairan liang kewanitaannya itu dengan rakus.

Batang kemaluanku yang tadinya mulai loyo kembali menegang di mulutnya. Aku mengubah posisiku bersandar di ujung ranjang sehingga aku bisa memijat-mijat payudaranya yang berukuran sedang tapi montok itu.

Setelah membersihkan batang kemaluanku, dia duduk di pangkuanku dengan posisi berlutut. Sambil kuelus-elus pantatnya dia perlahan-lahan menurunkan badannya sampai batang kemaluanku tertanam di liang senggamanya.

Tanpa kuperintah, dia langsung menggerakkan tubuhnya turun naik seperti naik kuda. Payudaranya yang tepat di depan wajahku ikut bergoyang-goyang naik turun seirama gerakan badannya. Kuhisap payudara kirinya sementara yang kanan kupijat-pijat dengan lembut sesekali kuputar & kutarik puting merah muda yang sudah keras itu.

Sebelum klimaks kedua kalinya kusuruh dia berganti posisi. Kali ini dia menungging di depanku, ingin main belakang rupanya sekarang. Kumasukkan batang kemaluanku ke anusnya dan tanganku meremas-remas payudaranya yang menggantung itu.

Genjotanku membuatnya mengerang-erang nikmat sambil terus memacu tubuhnya mengimbangi gerakanku. Butir-butir keringatnya berjatuhan di ranjang. Lubang yang sempit itu membuatku sudah tidak tahan lagi akhirnya kukeluarkan juga cairan maniku di perut dan dadanya.

Setelahnya aku berbaring di sisinya. Benar-benar lelah aku saat itu ditambah lagi dengan pusing pengaruh bir, ingin langsung tidur saja rasanya. Kuakui memang walau Dwi tidak sepengalaman istriku tapi dalam hal daya tahan & variasi bercinta dia tidak jauh dibanding istriku .

“pak, dwi boleh pinjam kamar mandi? dari tadi siang belum mandi nih”, tanyanya sambil mengusap rambutku yang sudah kusut. Aku hanya mengangguk, dan dia masuk ke kamar mandi yang berada di kamarku, setelah kudengar suara percikan shower, aku tidak tahu apa-apa lagi karena langsung tertidur kelelahan.

Besok paginya kutemukan aku dan dia yang tertidur di sebelahku dalam keadaan polos hanya tertutup selimut. Aku baru sadar kemarin malam mabuk dan melakukan hal itu lagi. Aku panik kenapa dia tidak pulang, kalau orang rumahnya khawatir bagaimana nih.

Segera kubangunkan dia. “dwi. dwi.. bangun, kenapa tidur di sini, ntar orang tua dwi cariin gimana nih!” seruku dengan kalang kabut.

“Aduh.. Pak ngapain sih kamu, rumah Dwi kan kosong sampai sore ini, Bapak ganggu Dwi tidur aja ah, Dwi udah capek gara-gara kamu tau”, katanya sambil mengusap-usap matanya. Lega aku mendengar itu. Sambil tetap berbaring dia bertanya, “Pak, kita sudah berapa kali melakukan dosa ini?”.

Setelah terdiam sejenak kujawab, “Lupa Dwi, maafin Bapak ya, kemarin saya mabuk tidak bisa mengontrol diri, Dwi marah ya.”

“Pak.. Dwi bukannya marah atau sok perhatian, Dwi cuma sedih sama sifat Bapak , baru masalah sama Istri aja mabuk kaya gitu, Bapak pikir alkohol bisa membereskan masalah, Dwi juga pernah ribut sama pacar tapi selesaikan dong baik-baik,

Kalau Bapak cinta dia.. cari dia & berbaikan, bukan main alkohol apalagi drugs, malu Dwi sih kalau punya Guru yang pikirannya pendek kaya Bapak ini, lihat Bapak kemarin malam, orang tidak seperti orang, setan tidak seperti setan”, katanya dengan nada serius.

Aku termenung sesaat mendengar kata-katanya.Jam 9.30 sesudah makan kuantar dia pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan kami tidak berbicara apapun, baru sekarang dia menegurku keras dan itu membuatku sadar dari kesalahanku, sesampainya pun dia hanya mengucapkan terima kasih tanpa senyum dan menolak waktu kubantu membawakan belanjaannya.

Beberapa hari kemudian aku mulai berbaikan kembali dengan Istriku dan bertekad mengurangi kebiasaan minumku sesuai nasehatnya.Empat bulan kemudian aku menerima undangan pernikahannya. Dia sudah dipersunting oleh Pacarnya yang telah menyelesaikan studinya di Amerika.

Aku & guru-guru lainya datang ke pestanya dan melihat betapa anggunnya dia dalam pakaian pengantin, serasi dengan suaminya yang tampan itu. Setelah itu aku tidak pernah menemuinya lagi karena tidak ingin merusak rumah tangga orang, kudengar sekarang dia sudah melahirkan sepasang anak kembar perempuan dan hidup bahagia.

Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Foto Bugil, Streaming Bokep, Video Bokep, Video Mesum, Tips Bercinta

Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Dan Terpercaya

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY