Tergoda Memek yang Sempit

    0
    444 views
    Cerita Sex Tergoda Memek Yang Sempit
    KlipDewasa.com
    Poker Online Terpercaya

    Kumpulan Cerita & Foto Sex, Dewasa, Bugil, Bokep, Tips Bercinta Terlengkap : Cerita Sex Tergoda Memek Yang Sempit – Tubuh Sari terlihat cantik jika mengenakan daster wana putih sungguh sexy terlihat sebagian payudaranya yang putih dan mulus karena daster yang dia pakai hanya menggunakan benek satu, sedang kan dibalik dasternya terlihat tidak memakai BH dan CD putingnya yang berwarna hitam ke pink terlihat jelas.

    Sari bisa dibilang masih muda karena dia menikahi pria duda yang umurnya 20 tahun darinya, anak dari suaminya sekarang berumur 17 tahun namanya Doni saat ini Sari juga belum bisa memberikan keturunan kepada suaminya, sebab itu mungkin tubuh Sari masih terawat samapi sekarang.

    Cerita Sex Tergoda Memek Yang Sempit

    cerita sex, cerita seks, cerita sex terbaru, cerita seks terbaru, cerita sex abg, cerita seks abg, cerita sex dewasa, cerita seks dewasa, cerita sex ngentot, cerita seks ngentot, kumpulan cerita sex, kumpulan cerita seks

    Suatu hari suaminya yang pulangnya agak malam karena sedang menjamu tamunya di sebuah meeting, sedang kan Doni anak tirinya tidur dirumah temannya makan amalm ini Sari sendirian dirumah. Malam ini sedang hujan hawa dingin menyelimuti dan kesepian tanpa ada yang mengajak ngobrol Sari tanpa terasa Sari mulai tertidur diatas sofa.

    Jam didinding mulai menunjukkan tepat jam 1, sementara Sari yang terlelap dalam tidurnya tidak menyadari daster yang menutupi tubuhnya sudah tidak menutupi tubuhnya secara sempurna, tali dasternya sudah tidak dipundaknya melainkan sudah berada ditangannya.

    Ini membuat kedua payudaranya terlihat dengan jelas, sementara dibagian bawah sudah terangkat sehingga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitampun terlihat dengan jelas.

    Saat itu diluar Nampak sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Sari, dari dalam mobil turun seorang pemuda berbadan atletis, pemuda ini kemudian membuka pintu belakang mobil, si pemudapun terlihat memasukkan setengah badannya kedalam mobil.

    Selang tak lama si pemuda dengan agak setengah menyeret membantu keluar seorang pria setengah baya dalam kondisi mabuk sekali, setelah pria setengah baya itu berada diluar mobil, pemuda itu mulai memapah pria tersebut kearah pintu rumah Sari sambil tak lupa menutup pintu mobil dan menguncinya.

    Sampai didepan pintu, pemuda itu mengeluarkan kunci pintu dan membuka pintu itu sambil tetap memapah pria tersebut, sesampainya didalam pemuda itu tak lupa menutup pintu rumah dan menguncinya kembali, kemudian pemuda itu memapah pria tersebut menuju kamar tidur.

    Saat berjalan menuju kamar tidur pemuda itu menghentikan langkahnya diruangan keluarga, matanya terbelalak melihat pemandangan yang membangkitkan birahi, dia melihat kedua payudara Sari yang putih dan mulus juga lembah kenikmatannya yang tertutupi oleh rambut hitam.

    Melihat itu semua sipemudapun menelan air liurnya berkali-kali sementara, bagian bawah tubuhnya perlahan-lahan mulai begrerak.

    Tanpa membuang waktu lagi pemuda itu dengan cepat memapah tubuh bossnya yang mabuk berat kearah kamar tidur, yang memang tidak terlalu berjauhan dengan ruang keluarga, setelah merabhkan tubuh bossnya dan membuka sepatunya, pemuda itu keluar dari ruang tidur dan menutup pintunya.

    Kemudian dia kembali menuju keruangan keluarga dimana Sari masih terlelap dalam tidurnya, sesampainya didepan Sari tanpa membuang waktu lagi pemuda itu mulai melepaskan baju, sepatu, celana dan celana dalamnya, sehingga tubuh atletisnya tidak mengenakan sehelai benangpun. Tampak kontol pemuda itu sudah berdiri dengan tegak sekali.

    Perlahan-lahan pemuda itu mulai duduk disamping Sari, kedua tangannya mulai meremas-remas kedua payudara Sari, dengan penuh nafsu pemuda itu mulai menjilati putting susu Sari dan kadang-kadang ditimpali dengan hisapan-hisapan.

    Mulut bekerja tanganpun tidak mau ketinggalan, tangan yang satu meremas-remas payudara Sari, dan yang satunya mulai mengelus-elus lembah kenikmatan Sari, saat tangannya mulai menyentuh vagina Sari, dia merasakan Vagina Sari sudah basah, nampaknya Sari sedang bermimpi dientot.

    Kemudian pemuda itu mulai memasukkan jari tengahnya kedalam lubang Sari yang sudah basah itu, dengan gerakan perlahan-lahan dikeluar masukkan jarinya itu dimemek Sari. Seluruh aksinya itu membuat Sari mulai mendesah keenakan, entah karena akibat aksi sipemuda atau karena dia sedang menikmati mimpinya.“Cerita Sex”

    Setelah merasakan memek Sari semakin basah pemuda itu kemudian mengeluarkan jari tangannya, lalu ia mulai mengangkangkan kedua kaki Sari dan mengarahkan kontolnya kememek Sari, dengan perlahan-lahan sipemuda mulai mendesakkan kontolnya kelubang memek Sari,

    Sipemuda tidak mau terburu-buru memasukkan kontolnya dia takut Sari terbangun, perlahan-lahan batang kontol sipemuda mulai masuk kedalam lubang memek Sari, ia merasakan memek Sari sangat sempit sekali.

    Tampaknya memek Sari jarang dipakai atau kemaluan suaminya kecil sehingga lubang memek Sari masih sempit, sedikit demi sedikit kontolnya mulai terbenam dilubang memek Sari, dengan gerakan perlahan sipemuda mulai menurunkan tubuhnya sehingga posisinya mulai menindih tubuh Sari dan kedua tangannya mulai diselipkan ketubuh Sari.

    Sambil memeluk tubuh Sari dengan cukup erat dan bibirnya mulai mengulum bibir Sari, sipemuda membenamkan kontolnya dalam-dalam kedalam lubang memek Sari, akibat gerakan itu Sari tersentak dan terbangun dari tidurnya.

    Matanya terbelalak saat melihat wajah sipemuda, tapi Sari tidak bisa berteriak karena mulutnya sedang dilumat oleh sipemuda, Sari merasakan bukan hanya mulutnya saja yang sedang dilumat tapi memeknya pun sedang disumpal oleh kontol sipemuda ini, dan Sari mulai merasakan sipemuda menggerakkan kontolnya dilubang memeknya.

    Bless…sleep…bleess…sleppp…bleess….sleeeppp..

    Terlihat Mata Sari yang tadinya terbelalak karena kaget perlahan-lahan mulai meredup sayu, nampaknya Sari mulai merasakan kenikmatan dientot oleh sipemuda, Sari mengenali sipemuda sebagai Dika salah seorang bawahan suaminya.

    Yang dia tidak mengerti bagaimana Dika bisa masuk kedalam rumahnya dan bagaimana Dika bisa dengan bebasnya memasukkan kontolnya kedalam lubang memeknya, tetapi Sari tidak mau berpikir banyak tentang hal itu yang ada dalam benaknya sekarang ini adalah menikmati sodokan kontol Dika.

    “hmmhh….hhhmmmhhh….hhmmmhhhh” terdengar desahan dari mulut Sari yang masih dilumat oleh Dika, karena Dika takut kalau ia lepaskan lumatannya Sari akan berteriak.

    Mata Sari mulai merem melek menikmati sodokan-sodokan kontol Dika yang besar kalau dengan suaminya, melihat Sari mulai menikmati entotannya Dika mulai berani melepaskan lumatan dibibir Sari dan mulai menjilati leher dan telinga Sari, aksinya ini semakin membuat desahan-desahan Sari semakin menjadi.

    “Ouuhhh……ssshhhhh…..aaahhhhh….Annddiiii…..kontoool llmuuuu…eenaakk sekali dan besar sshhhh…aaahhhh…” Sari mendesah kenikmatan menikmati entotan Dika.

    “Hmmhhhh…..slrrppp…..hmmmm….memek ibu juga eenaaakkk…oohhhh….sslrrpppp….seempiitt sekali … ooohhhh….slllrrpppp…..” Dika melenguh keenakan merasakan memek Sari yang masih sempit sambil tetap menghisap-hisap payudara Sari.

    Sari merasakan kenikmatan duniawi yang belum pernah ia alami sebelumnya, selama pernikahannya dengan suaminya belum pernah dia merasakan nikmatnya dientot, selama ini suaminya selalu mencapai kepuasan terlebih dahulu,

    Sementara ia sendiri belum mencapai kepuasan, jangankan untuk mencapai klimaks, untuk merasakan keenakan saja Sari belum pernah merasakannya, berbeda dengan saat ini saat memeknya disodok-sodok oleh kontol Dika yang memang dalam ukuran saja lebih besar dan lebih panjang dari punya suaminya, apalagi Dika masih muda.

    Kedua insan ini sudah tidak ingat apa-apa lagi selain menikmati persetubuhan mereka yang semakin menggila, Dika semakin cepat mengeluar masukkan kontolnya didalam lubang memek Sari yang semakin basah, sementara Sari sendiri dengan semangat 45 menggoyangkan pantatnya mengimbangi gerakan Dika, keringat sudah mengalir dari kedua tubuh mereka.

    “Ouughhh … Dika ….teruussss….ooughhh… enaaakkkk….sekaalliii….oughhhh….tekaaaann yang dalam, Oughhh….puaskaannn…akuuuu…..yaaahhh,…aaaahhhh”. Lenguhan Sari semakin menjadi.

    Dika mengikuti kemauan Sari dengan menekan lebih dalam kontolnya dilubang memek Sari, ia merasakan ujung kepala kontolnya menyentuh bagian paling dalam memek Sari.

    “Aaagghhh…akuuu..sudah tidak tahan laaagiiii…ouugghhhh…Anddiiiiii……aku mau keluar…ough enaaaaakkkk sekali kontollmuuuu…..aaaagghhhhhh…..Dika ….akuuu…keluaaarrrrr……… aaaaghhhhhhh.” Sari mengerang.

    Srrr…..cccreeet….ssssrrrrr…….. akhirnya Sari mencapai puncak kenikmatannya, tubuhnya mengejang saat ia mencapai kepuasannya, vaginanya berdenyut-denyut saat mengeluarkan lahar kenikmatannya,Dika sendiri merasakan vagina Sari seperti meremas-remas kontolnya, Dikapun lalu menekan lebih dalam kontolnya dan membiarkan kontolnya terbenam sebentar didalam lubang memek Sari.

    Sari memeluk erat-erat Dika, sementara kakinya ia kaitkan dengan erat dibelakang pinggul Dika, sehingga kontolnya Dika semakin terbenam dimemeknya, beberapa saat kemudian Sari melepaskan pelukan dan kaitan kakinya ditubuh Dika, sementara diwajahnya terpancar kepuasan.

    “Dika kamu betul-betul hebat, selama ini belum pernah saya mengalami nikmatnya mengentot,” Sari berbisik ditelinga Dika.

    “Saya juga merasa enak ngentot ibu, memek ibu sangat sempit. “ Dika menimpali bisikan Sari, sambil dengan perlahan-lahan mulai memaju mundurkan lagi kontolnya.

    “Hmmm…aahh..kamu belum keluar.” Sari bertanya, karena ia merasakan kontol Dika masih keras.
    “Hmm..aku pikir kamu sudah selesai”.

    “Belum, ibu masih mau lagi?” tanya Dika.

    “Hmmm…memang kamu bisa buat aku puas lagi.” Sari balik bertanya.

    “He..he..kita coba saja, apa saya bisa buat ibu puas lagi atau tidak.” Jawab Dika sambil mulai mempercepat gerakannya, sementara tangannya mulai meremas-remas kedua bukit payudara Sari.

    “Kita tukar posisi, biar aku yang menggenjot kontolmu, sekarang kamu duduk.” Sari menimpalinya, karena ia sendiri tidak mau membuang kesempatan ini.

    Dika kemudian menarik tubuh Sari tanpa melepaskan kontolnya dari lubang memek Sari, dengan sedikit berputar Dikapun lalu duduk disofa, sementara posisi Sari sekarang sudah dipangkuannya, dengan posisi ini Dika lebih leluasa untuk bermain di susunya Sari.

    Kedua tangannya dengan penuh nafsu meremas-remas kedua bukit kembar Sari, mulutnyapun ikutan beraksi, kedua putting susu Sari bergiliran dijilati dan dikulum serta dihisap-hisap oleh Sari.

    Aksi Dika ini perlahan-lahan mulai membangkitkan kembali birahi Sari, dengan perlahan-lahan Sari mulai menaikturunkan pinggulnya, gesekan-gesekan kontol Dika didinding memeknya membuat birahinya kembali memuncak dengan cepat.’

    “Ouuughhh….Dikaiiii……hiisaaaapppp….tteeeteeekkku…. .ooughhhh…yyaaachhh….begitu… aaaghhhh… kontolmu enak sekaaaliii…” Sari mengerang sambil mempercepat gerakan naik turunnya.

    “Klo mau keluar kamuuuuu….kkassiih…tahuuu…yaachhhh…..” Sari berbisik di telinga Dika.

    “Hmmhhh…ssslllrpppp…..hhmmmmhh….ok…..aaaagghhhhh., …….” Dika menjawab sambil tetap menghisap-hisap tetek Sari.

    Sleeppp…..blesss…sleeppp….bleesss….slleeepppp….ble essss….. kontol Dika terlihat keluar masuk dalam lubang memek Sari dengan cepatnya, karena Sari pinggul Sari naik turun dengan cepat.

    Sari betul-betul menikmati persetubuhannya ini, gerakkannya semakin cepat dan semakin tak beraturan, lenguhan-lenguhan kenikmatan mereka berduapun semakin kerap terdengar, menikmati persetubuhan ini mereka berdua lupa dengan status mereka, dalam pikiran mereka hanya satu bagaimana mencapai kepuasan persetubuhan ini.

    “Ouughhh…Dikaiiiii……akkuuuu….mauuuuu,……keellluuaaa rrr…lagi…oooohhhhh….aaaagghhh enaaaakkkkk sssekkaaaaallliiii…..kontolmuuuu…” Sari mengerang saat ia merasa bahwa ia akan mencapai lagi puncak kenikmatannya.

    Sementara itu Dika juga merasa bahwa ia akan mencapai puncak kenikmatannya, Dikapun membantu Sari yang akan mencapai puncak kenikmatannya dengan memegang pinggul Sari dan membantu menggerakkan pinggul Sari naik turun dengan cepat.“Cerita Sex”

    “Ouuughhhhh…Buuu….aaakkkuuuu jugaaa…mau kelluaaaarrr…..aaaagghhhhhh….. memek ibuuuu… enaaakkk sekaaalliiiii……ooougghhhh….buuuu…aku gak taaahhaaannn…laagi.” Dikapun mengerang merasakan puncak orgasmenya yang sudah diujung kepala kontolnya.

    Creeetttt….creeeettt….sssrrr…..ccreeettt……..

    kontol Dika menyemprotkan airmaninya didalam lubang memek Sari, berbarengan dengan memek Sari menyemprotkan lahar kenikmatannya, Sari merasakan hangatnya sperma Dika didinding lubang memeknya, sementara Dika merasakan hangat dibatang kontolnya karena disiram oleh lahar kenikmatan Sari.

    Keduanya berpelukan dengan erat menikmati saat-saat terakhir puncak kenikmatan dari persetubuhan mereka, kedua bibir mereka berpagutan dengan mesra, Sari sendiri dengan perlahan-lahan menggoyangkan pinggulnya menikmati sisa-sisa kenikmatan dari kontol Dika.

    Tak lama berselang Sari beranjak dari pangkuan Dika, dari lubang memeknya terlihat cairan putih mulai mengalir perlahan, sementara kontol Dika yang mulai mengkerut tampak mengkilat karena cairan kenikmatan Sari, keduanya kemudian beranjak menuju kekamar mDika untuk membersihkan diri.

    Setelah membersihkan diri keduanya kembali keruangan keluarga dan mulai mengenakan pakaian mereka, lalu Dika berpamitan pulang, ditimpali oleh Sari dengan kecupan mesra dibibirnya, dan bisikan mesra ditelinganya, “ Terimakasih yach, atas malam yang indah ini”

    Dibalas oleh Dika dengan senyuman dan kata-kata yang menggoda,” Kalau ibu ingin kenikmatan lagi, hubungi saya saja”

    Saripun tersenyum atas godaan Dika ini,” Pasti, “

    Setelah Dika pulang, Sari menuju kamar tidurnya, malam ini Sari tidur dengan lelap dimulutnya terukir senyum kepuasan. Sekian cerita panas kali ini, sampai nanti dalam cerita selanjutnya.

    Cerita Dewasa, Cerita Sex, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Foto Bugil, Streaming Bokep, Video Bokep, Video Mesum, Tips Bercinta

    Agen Judi Taruhan Bola Online Terbesar Dan Terpercaya

    NO COMMENTS

    LEAVE A REPLY